Membaca Penggalan Ayat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, pada saat shalat lima waktu terutama Maghrib, Isya, dan Subuh ( karena terdengar lafaznya ), imam sering kali membaca sebagian ( penggalan ) ayat-ayat yang diambil dari surah-surah Al-Quran yang panjang, misalnya, sebagian surah al-Baqarah.  Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Apakah ada teori yang baku jika kita membaca sebagian ( penggalan ) surah dalam shalat lima waktu, ayat ke berapa mulai dan ayat ke berapa boleh diakhiri di dalam satu surah?
2. Dalam satu surah, berapa ayat minimal yang harus dibaca setelah membaca al-Fatihah?
3. Apakah Rasulullah SAW pernah melakukan ( memberi contoh ) hal seperti ini?

Terima kasih atas penjelasannya.

Abdullah, Jakarta

Jawaban :

Dalam Al-Quran surah Al-Isra ( 17 ) ayat 106 dijelaskan bahwa Al-Quran diturunkan  secara bertahap dan berperiodik, diawali dengan surah al-Alaq ayat 1 -5 dan diakhiri dengan surah al-Maidah ayat 3. Ini berarti sebelum Al-Quran sempurna diturunkan, Rasulullah SAW dan para sahabat hanya membaca penggalan-penggalan ayat atau surah. Dalam membaca penggalan surah tidak ada batasan khusus harus berapa ayat minimal dan maksimalnya. Dalam  memilih penggalan ayat dalam satu surah akan lebih baik jika meniru seperti  yang dibaca oleh Rasulullah SAW.

Ibnu Abbas berkata, ”Sewaktu saya bermalam di rumah Maimunah ( istri Nabi SAW ) saya mendengar beliau terbangun dari tidur lalu membaca 10 ayat terakhir dari surah Ali Imran.” ( HR Bukhari ).

Dalam  sebuah atsar yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah pernah membaca ayat 118 surat al-Maidah. Ayat tersebut berisi doa Nabi Isa AS. Beliau baca berulang-ulang dalam shalatnya mulai pertengahan malam hingga menjelang Subuh. Dalam memilih penggalan ayat, perhatikan pula kesatuan tema penggalan ayat yang akan dibaca agar memberikan efek pengaruh yang utuh bagi yang membaca dan yang mendengarkannya. Selain itu, perhatikan juga urutannya agar tidak memulai dari ayat yang lebih akhir dan mengakhirkan ayat yang lebih dahulu menurut urutan mushaf. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 21 September  2011/22 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir, Shalat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s