Dua Jenis Munafik


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, mencermati hadis tentang tiga ciri orang munafik, apakah semua bentuk kemunafikan membuat seseorang murtad dari Islam dan akan ditempatkan di dasar neraka ( QS an-Nisa: 145 ) ? Bukankah semua orang pernah berdusta, ingkar janji, dan berkhianat? Mohon pencerahannya.

Jawaban :

Sesungguhnya orang-orang munafik itu ( ditempatkan ) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. ( QS an-Nisa: 145 ).

Nifak ( kemunafikan ) adalah sifat seseorang yang menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan yang ada di hatinya. Ada dua jenis kemunafikan. Pertama, nifaq amaly ( munafik perbuatan ). Jenis nifak ini tidak mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad). Mereka adalah orang yang jika berkata ia dusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika diamanahkan ia khianat. Dalam riwayat lain ditambahkan, jika berseteru ia licik. Hampir setiap orang pernah melakukan salah satu dari hal tersebut. Bagaimanapun tiga ciri utama orang munafik tersebut sangatlah membahayakan diri dan orang lain sehingga harus ditinggalkan sejauh-jauhnya.

Kedua, nifaq diny ( munafik agama ). Jenis nifak ini mengeluarkan seseorang dari agamanya ( murtad ) dan mereka akan kekal di dasar neraka jahanam seperti yang digambarkan dalam surah an-Nisa di atas. Sifat mereka dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 8 sampai 20. Ciri-ciri mereka adalah mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, tapi Allah menolak keimanannya.

Mereka melakukan kerusakan besar di muka bumi ( terutama merusak agama Islam ), tetapi merasa telah melakukan perbaikan. Lalu, mereka menganggap orang beriman sebagai orang yang lemah akal, padahal merekalah orang lemah akal yang sesungguhnya. Sikap mereka berpura-pura baik di hadapan orang beriman demi kemaslahatan duniawi semata-mata, padahal hati mereka bersama kekufuran.

Dalam konteks kekinian, pelaku nifaq diny dapat dilihat bukan hanya karena melakukan ketiga ciri utama orang nifaq amaly ( munafik perbuatan ), melainkan meraka adalah orang-orang yang mengidentikkan Islam dengan terorisme atau mereka yang menuduh bahwa orang-orang saleh adalah pelaku kekerasan atas nama agama. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 20 September 2011/21 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s