PNS Hasil Nepotisme


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sudah lima bulan ini saya bekerja sebagai PNS. Namun, saya selalu tidak tenang dalam bekerja. Ini karena proses masuknya saya menjadi PNS itu karena ada saudara di dalam departemen itu ( nepotisme ). Lantas gaji saya sebagai PNS ini halal atau haram, Ustadz? Terima kasih.

Syahidah, Jakarta

Jawaban :

Perasaan bersalah dan berdosa Anda sudah menunjukkan dua hal. Pertama, apa yang Anda jalani adalah perbuatan dosa. Gaji dan pekerjaan Anda tidak menenteramkan dan tidak pula membahagiakan. Inilah hakikat dosa seperti yang diilustrasikan dalam hadis An-Nawwas bin Mis’an Al-Anshari di mana dia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang arti kebajikan dan dosa. Sabda Beliau: ‘Kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedangkan dosa adalah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada dan engkau sendiri benci jika perbuatanmu itu diketahui orang lain.’” ( HR Muslim ).

Berapa pun penghasilan Anda nantinya tak akan cukup untuk membeli kebahagiaan hidup yang Anda inginkan sebab dalam pekerjaan Anda yang sekarang, ada kezaliman, baik kezaliman pada orang lain saat melamar maupun kezaliman pada diri sendiri saat menjalani pekerjaan ini.

Kedua, sesungguhnya Anda punya keinginan kuat untuk keluar dari pusaran kekeliruan walau orang lain menganggapnya sebagai keberhasilan. Jangan jadikan keridhaan orang sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan seperti ini. Ridha Allah saja yang Anda kejar niscaya akan ada jalan terang. Jujurlah pada diri sendiri karena bukan orang lain yang menjalani hidup Anda. Ingat, Allah pasti mengganti dengan yang lebih baik bagi siapa yang meninggalkan sesuatu yang diharamkan karena Allah. Wallahu a’lam bish shawab.■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 17 September 2011/18 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s