Perlukah Shalat Istisqa?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Musim kemarau panjang di Indonesia saat ini telah mengeringkan ribuan areal persawahan dan perkebunan. Sumur-sumur warga pun mengering. Meski pakar meteorologi, klimatologi, dan geofisika memperkira kan hujan akan mulai turun pada Oktober nanti, tidak ada yang dapat memastikannya. Menyikapi gejala alam ini, perlukah kita melaksanakan shalat istisqa?

M Rifki, Serang

Jawaban :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari ( akibat ) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yang bena r).” ( QS ar-Ruum [30] : 41 ).

Dalam kondisi kemarau panjang yang meresahkan seperti ini, para pemimpin dan tokoh Islam seharusnya menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat istisqa, atau umat mengingatkan para pemimpinnya untuk responsif terhadap gejala alam yang meresahkan ini.

Aisyah berkata: “Orang-orang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang musim kemarau yang panjang, maka Beliau memerintahkan untuk meletakkan mimbar di tempat shalat (tanah lapang),  lalu Beliau berjanji kepada orang-orang untuk bertemu pada suatu hari yang telah ditentukan.”

Aisyah berkata lagi: “Maka, Rasulullah keluar ketika matahari mulai terlihat, lalu Beliau duduk di mimbar, bertakbir dan memuji Allah, lalu bersabda: ‘Sesungguhnya kalian mengadu kepadaku tentang kegersangan negeri kalian dan keterlambatan turunnya hujan dari musimnya, padahal Allah telah memerintahkan kalian agar kalian memohon kepadanya, dan berjanji akan mengabulkan doa kalian.’’’

Kemudian Beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Zat yang menguasai Hari Pembalasan ( al-Fatihah: 2-4 ). Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan ( ilah ) yang berhak disembah kecuali Engkau Mahakaya, sementara kami yang membutuhkan. Maka, turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang ditetapkan.’’

Kemudian, Beliau mengangkat kedua tangannya dan senantiasa mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih ketiak Beliau. Lalu, Beliau membalikkan punggungnya membelakangi orang-orang dan mengubah posisi selendangnya, sedangkan Beliau masih mengangkat kedua tangannya. Setelah itu, Beliau menghadap ke orang-orang, lalu turun dari mimbar dan shalat dua rakaat. Seketika itu Allah mendatangkan awan yang disertai dengan gemuruh dan kilat. Maka, turunlah hujan dengan izin Allah. Beliau tidak kembali menuju masjid sampai air bah mengalir ( di sekitarnya ). Ketika Beliau melihat orang-orang berdesak-desakan mencari tempat berteduh, Beliau tersenyum hingga terlihat gigi gerahamnya, lalu bersabda: “Aku bersaksi bahwa Allah adalah Mahakuasa atas segala sesuatu dan aku adalah hamba dan rasul-Nya.” ( HR Abu Daud ).

Ada beberapa hikmah penting yang harus diambil dari peristiwa alam yang sedang melanda ini. Pertama,  evaluasi ( muhasabah ) diri bahwa gejala alam yang meresahkan ini adalah peringatan Allah yang sebagian merupakan akibat dari perbuatan kita yang keliru dalam menyikapi lingkungan hidup.

Kedua, bertobat dan berhenti dari berbagai bentuk maksiat dan keserakahan, terutama dalam pola mengeksploitasi alam dan sumber dayanya. Ketiga, memperbanyak ibadah dan ketaatan. Keempat, selain shalat istisqa, berzikir dan berdoa, yang tak kalah pentingnya adalah menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, melakukan gerakan penghijauan, serta membentuk gaya hidup ramah lingkungan dalam berbagai hal. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 16 September 2011/17 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ibadah, Shalat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s