Istri Nusyuz Berhak Dapat Nafkah?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Kerabat saya, suami istri berpendidikan tinggi dikaruniai beberapa orang putra dan putri. Namun, sang istri nusyuz, sering berselingkuh dengan pria lain. Peringatan suami diabaikan. Pengadilan agama telah mengabulkan permohonan cerai suami, tetapi anak dan harta bersama belum ada putusan.

Ada pendapat bahwa mantan istri yang dicerai karena nusyuz tidak berhak atas pembagian harta bersama. Apakah benar demikian? Dalam kasus di atas, sebelum ada putusan cerai, sang istri sudah membawa barang-barang berharga serta perabot rumah tangga ke rumah orang tuanya.

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban :

Nusyuz dalam syara’ adalah perkara yang diharamkan Allah. Nusyuz dalam istilah syara’ adalah keluarnya wanita dari rumah tanpa seizin suaminya ( Hanafiyah ). Sedangkan jumhur / mayoritas ulama mendefinisikan nusyuz sebagai keluarnya seorang istri dari ketaatan menunaikan kewajiban terhadap suaminya (Malikiyah, Syafiiyah, dan Hanabilah). Dalam perkembangannya, terminologi nusyuz juga diperuntukkan bagi suami yang tidak taat dan tidak memenuhi kewajibannya pada istri.

Pada awalnya, istri yang dicerai karena nusyuz tetap mendapatkan hak nafkahnya. Namun, melihat kasus di atas di mana istri telah membawa perhiasan dan perabot rumah tangga ke rumah orang tuanya sebelum perceraian, hal ini bisa menjadi penghalang bagi istri untuk mendapatkan hak nafkahnya. Karena ada kesan ‘direncanakan’ sebagaimana sering terjadi dalam beberapa kasus lain yang mirip dengan hal ini. Yang paling bijak dalam masalah ini adalah diputuskan oleh lembaga pengadilan terkait. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 13 September 2011/14 Syawal 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s