Keutamaan Puasa Syawal dan Tata Caranya


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Demi merawat ketakwaan setelah Ramadhan, kita dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Agar motivasi kami kuat dalam melaksanakannya, dapatkah kiranya Ustadz jelaskan kepada saya apa keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal itu ? Bagaimanakah tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW ?


Jawaban :

Ada banyak kekurangan dan kelalaian kita selama bulan suci Ramadhan, maka jadikanlah puasa enam hari bulan Syawal sebagai penyempurna Ramadhan sekaligus sarana pembuktian apakah kita orang yang sukses meraih takwa Ramadhan atau tidak. Mulailah dengan memohon dan bermunajat pada Allah agar diberikan kekuatan untuk konsisten dan terus termotivasi dalam melakukan ketaatan kepada Allah.

( Mereka berdoa ): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi ( karunia ).” ( QS Ali Imran [3] : 8 ).

Berpuasa enam hari di bulan Syawal yang paling utama adalah bila dimulai pada awal bulan secara berturut-turut. Namun dibenarkan pula jika tak mampu di awal bulan dan tidak melaksanakannya secara berturut-turut. Dari Abu Ayyub al-Anshari RA, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan, lalu menyambungnya dengan ( puasa ) enam hari di bulan Syawal, ( pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” ( HR Muslim ).

Mengapa orang yang melanjutkan puasa Ramadhannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal dianggap telah berpuasa selama setahun? Perhatikan hadis berikut: Imam Ahmad dan an-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, “Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan ( puasa ) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari ( di bulan Syawal ) pahalanya sebanding dengan ( puasa ) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.” ( Hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahih keduanya ).

Hadis ini menjelaskan bahwa satu hari berpuasa dibalas Allah minimal dengan ganjaran pahala selama sepuluh hari. Betapa meruginya jika menyia-nyiakan kesempatan besar tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 3 September 2011 /4 Syawal 1432 H

Ilustrasi : mediasalaf.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s