Zakat Ruko Kontrakan


Oleh : M Amin Suma

Saya mempunyai utang di bank senilai Rp 60 juta untuk memulai usaha jual beli ruko. Ruko tersebut saya kontrakan sebesar Rp 4 juta per bulan. Setiap bulan, saya harus membayar cicilan sebesar Rp 3 juta ke bank. Apakah saya wajib berzakat, dan berapa nilainya ?

Tarjo, Semarang

Jawaban :

Usaha kontrakan tersebut apabila sudah berlangsung satu tahun, hendaknya diperhitungkan zakatnya, yaitu 12 bulan x Rp 1 juta ( Rp 4 juta-Rp 3 juta ) = Rp 12 juta. Jadi, zakatnya sebesar 2,5 persen x 12 juta per tahun, atau Rp 300 ribu.

Perlu Anda ketahui, meskipun modal itu semua berasal dari utang, ada kegiatan usaha yang terus berlangsung dan menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, harta tersebut dianggap memenuhi syarat an-namaa ( berkembang ). Sedangkan pembayaran utang tersebut dilakukan secara bertahap ( setiap bulan ). Karena itu, utang yang bersifat jangka pendeklah ( yang harus dibayar setiap bulan ) dan menjadi pengurang zakat.


Sumber : Konsultasi  Zakat, Republika, Jumat, 26 Agustus 2011/26 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in M. Amin Suma, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s