Puasa Syawal


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Pak Ustadz, mana yang lebih baik, puasa syawal 6 hari atau qadha bagi perempuan?

Wardah, Bandung

Jawaban :

Sebagai Muslim, kita wajib mengetahui prioritas perbuatan kita. Yang wajib harus didahulukan dari yang sunah. Yang sunah harus didahulukan dari yang mubah. Puasa wajib yang pernah ditinggalkan karena uzur seyogianya dibayar secepatnya.

Enam hari di bulan Syawal digunakan untuk mengqhada puasanya dulu dan berikutnya baru melaksanakan yang sunah.

Ada pendapat bahwa kalau kita mengqadha puasa pada hari-hari yang disunahkan dan kita sudah terbiasa melakukan puasa sunah tersebut. Semoga kita mendapat pahala puasa wajib dan sunah bersamaan, kalau niatnya puasa wajib. Tapi, bila niatnya puasa sunah, puasa wajib tidak tercakup. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Rabu, 24 Agustus 2011/24 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s