Pembebas dari Neraka


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, semakin menikmati indahnya makna shaum, saya semakin sadar akan tumpukan dosa-dosa yang saya lakukan. Apa yang harus saya lakukan agar saya termotivasi untuk menjadi yang terbebas dari siksa neraka, dan amalan apa yang dapat saya lakukan agar terhindar dari siksa neraka?

Wahyu, Jakarta Timur

Jawaban :

“…. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” ( QS Ali Imran [3] : 185 ).

Untuk memotivasi diri agar makin bersemangat beribadah di sisa hari yang tinggal sedikit ini dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran yang benar tentang pentingnya Ramadhan sebagai pembebas diri dari neraka. Mari perhatikan hadis berikut:

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, Beliau bersabda, “Jika tiba waktu awal malam di bulan Ramadlan maka setan-setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam.” ( HR Ibnu Majah-1632 ).

Dari Jabir ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari neraka saat buka puasa dan itu terjadi setiap malam.” ( HR Ibnu Majah-1633 ).

Adapun beberapa amalan yang dapat membebaskan diri dari neraka di antaranya adalah:

1. Ikhlas karena Allah dalam segala perbuatan,

2. Tidak ketinggalan takbiratul ihram ketika shalat berjamaah,

3. Menjaga konsistensi jamaah shalat Subuh dan shalat Ashar tepat waktu,

4. Melakukan empat rakaat qabliyah dan ba’diyah Zhuhur,

5. Menjaga kekhusyukan hati sehingga menangis kala berdoa karena takut pada Allah,

6. Melangkahkan kaki ke arah fisabilillah,

7. Berakhlak lemah lembut dan toleran serta pemaaf,

8. Sungguh-sungguh mendidik anak dan saudara perempuan dalam agama Allah,

9. Tetap duduk berzikir usai shalat Subuh hingga terbit fajar,

10. Melanjutkan dengan bacaan zikir pagi dan zikir sore seusai shalat di waktu syuruq dan bakda Maghrib,

11. Bersedekah dengan yang dicintai dan dibutuhklan orang lain,

12. Memperbanyak doa, dan lain-lain.

Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 20 Agustus 2011/20 Ramadhan 1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s