Mengisi Kemerdekaan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, tahun ini perayaan kemerdekaan Republik Indonesia jatuh pada bulan Ramadhan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 jatuh pada 9 Ramadhan, sedangkan tahun ini 17 Agustus bertepatan dengan 17 Ramadhan yang sering diidentikkan dengan Nuzulul Quran ( turunnya Al-Quran ).

Memperhatikan kondisi bangsa saat ini, menurut saya, bangsa ini masih terbelenggu dan tidak berdaulat seutuhnya. Memaknai momentum baik ini, saya ingin bertanya, bagaimana sebaiknya mengisi nikmat kemerdekaan menurut Al-Quran agar kita kembali berdaulat?

Ahmad Syarif, Jakarta

Jawaban :

Atas berkat rahmat pertolongan Allah semata, Indonesia bisa merdeka. Ungkapan ini sangat dirasakan faktanya oleh para pendiri bangsa ini sehingga ungkapan itu pula yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Kemerdekaan adalah pemberian Allah ( pertolongan Allah / nashrullah ) karenanya dalam mengisi kemerdekaan Al-Quran memberikan panduan sebagai berikut, “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.” ( QS An-Nashr [110] : 3 ).

Mengisi kemerdekaan lewat bertasbih dengan memuji Allah maksudnya adalah sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan kebebasan menegakkan agama sehingga kita terbebas dari penghambaan kepada manusia dan materi serta kebebasan menjalani kehidupan tanpa tekanan dan penindasan orang lain. Juga sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah yang memberikan kenikmatan hidup menentukan masa depan dengan berpedoman yang dijanjikan Allah.

Memohon ampun kepada Allah berarti mengisi kemerdekaan dengan selalu memohonkan ampunan karena kesalahan dan dosa selama ini yang membuat kita terjajah dan tertindas, memohon ampun atas kesalahan-kesalahan dalam proses mencapai kemerdekaan, dan terus-menerus memohon ampunan Allah akibat kekeliruan-kekeliruan dalam mengisi kemerdekaan.

Selanjutnya, untuk menjaga nikmat kemerdekaan, Al-Quran menganjurkan kita beberapa hal berikut, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar ( keadaan ) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang ( tetap ) kafir sesudah ( janji ) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik. Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” ( QS An-Nur [24] : 55-56 ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 18 Agustus 2011/18 Ramadhan 1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s