Khatam Massal


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar, ada sekelompok santri yang mengkhatamkan Al-Quran secara massal dengan cara membagi tugas bacaan, yaitu setiap orang satu juz dan membacanya secara bersamaan. Apakah tuntunan agama membolehkan khatam Al-Quran secara demikian? Terima kasih.

Emrizal Amir, Jakarta Utara

Jawaban :

Cara khatam Al-Quran seperti itu tak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat Beliau, serta syara’ tidak ada yang memberikan tuntunan khatam Al-Quran dengan cara seperti itu. Mayoritas sahabat Nabi SAW mengkhatamkan Al-Quran selama seminggu dan menadaburi ayat-ayat-Nya tidak lebih sepuluh ayat serta tidak menambah ke ayat setelahnya sebelum mereka amalkan.

Menganalisis dari banyak hadis tentang berapa lama sebaiknya mengkhatamkan Al-Quran, para ulama berkesimpulan paling cepat adalah tiga hari dan ada yang memakruhkan lebih cepat dari itu. Ada pula yang memakruhkan khatam Al-Quran lebih dari 40 hari.

Sedangkan an-Nawawi berpendapat, bergantung pada tingkat konsentrasi dan kekuatan berpikir masing-masing orang yang ingin memahami kandungan Al-Quran. Namun, jika kepentingannya hanya sebatas mengulang dan memperlancar hafalan ( muroja’ah ), sebagian ulama membolehkan untuk mengkhatamkan Al-Quran lebih cepat dari tiga hari. Dari Abdullah bin Amru secara makruf Rasulullah bersabda, “Tidak akan mendapatkan pemahaman dari Al-Quran orang yang membaca dan mengkhatamkan Al-Quran kurang dari tiga hari.” ( Abu Daud dan Tirmidzi ).

Ibnu Abi Daud meriwayatkan dari Muslim bin Mikhraq, ia berkata kepada Aisyah, “Banyak orang yang mengkhatamkan Al-Quran dalam sehari semalam dua atau tiga kali.” Aisyah RA berkomentar, “Mereka membaca, tapi sebenarnya tidak membaca. Aku bersama Rasulullah SAW pernah mengisi semalam penuh dan Beliau membaca surah al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa. Setiap kali melewati ayat yang mengandung kabar gembira, Beliau berdoa dan meminta kebaikan dan setiap kali melewati ayat ancaman, Beliau berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.”

Dalam menyelenggarakan khatam Al-Quran bersama, sebaiknya tunjuk satu orang yang paling baik dan benar bacaannya, lalu yang lain menyimak dan memperhatikan sambil melihat mushaf masing-masing atau ditampilkan di layar ( screen ) jika menggunakan proyektor. Karena Al-Quran memberikan tuntunan agar kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh jika diperdengarkan ayat-ayat Allah.

“Dan apabila dibacakan Al-Quran, dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” ( QS al-A’raf [7] : 204 ). Dan, Allah azza wa jalla sengaja menurunkan Al-Quran ini dengan berperiodik serta bagian demi bagian. Tujuannya agar mudah dihayati dan diamalkan. “Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. ( QS al-Isra [17] : 106 ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 24 Agustus 2011/24 Ramadhan 1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s