Inseminasi


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Bapak ustadz, istri saya akan menjalani inseminasi karena belum memiliki anak. Saran dokter, sperma saya diambil sehingga puasa saya batal. Bagaimana hukum ganti puasanya? Wassalam.

Ujang, Sukabumi

Jawaban:

Anda hanya wajib mengqadha puasa yang Anda batalkan tersebut. Selanjutnya, Anda hendaknya bertobat dan merasa sangat rugi dengan melakukan hal tersebut pada siang hari, padahal bisa Anda lakukan pada malam hari. Anda dan istri kehilangan fadhilah puasa Ramadhan.

Semangat mendapatkan anak dengan segala upaya kalau melanggar kewajiban agama bisa jadi tidak berkah dan bisa jadi anak tidak saleh dan lain-lain yang justru merugikan Anda dan keluarga.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Kamis, 18 Agustus 2011/18 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s