Ramadhan Bulan Al-Quran


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, di dalam surah Al-Baqarah 185, Ramadhan sebagai bulan Al-Quran disebutkan lebih dahulu, baru kemudian disebutkan Ramadhan sebagai bulan puasa. Apa makna dari hal ini, Ustadz? Terima kasih.

M Farhan, Jakarta

Jawaban :

“( Beberapa hari yang ditentukan itu ialah ) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan ( permulaan ) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang batil ). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) pada bulan itu, hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), maka ( wajiblah baginya berpuasa ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan, hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” ( QS Al-Baqarah [2] : 185 ).

Hikmah dari penyebutan Ramadhan sebagai bulan Al-Quran terlebih dahulu adalah agar Mukmin yang berpuasa memprioritaskan Al-Quran dalam segala aktivitasnya. Sebab, peran Ramadhan sebagai bulan Al-Quran 15 tahun lebih dahulu sebelum dijadikannya Ramadhan sebagai bulan puasa. Penetapan syariat shaum / puasa pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah, jauh setelah dijadikannya Ramadhan sebagai bulan Al-Quran.

Para ahli bahasa menerangkan bahwa akan diturunkannya Al-Quran menjadi ‘takhshish’ (penyebab khusus) mengapa harus ada Ramadhan dengan semua aktivitas ritualnya. Dan, bahwa seluruh aktivitas puasa di siang hari dan qiyam ( tarawih dan shalat malam ) di malam hari pada hakikatnya adalah untuk memudahkan seseorang menerima Al-Quran sebagai roh bagi jiwanya. Karena itu, betapa meruginya orang yang berpuasa jika tidak menjadikan Al-Quran sebagai target utama untuk dibaca, dipelajari, dihayati, dan diamalkan dengan sungguh-sungguh. Karena Al-Quran adalah satu-satunya panduan bagi orang yang ingin menuju takwa sebagai capaian ( output ) dari puasa. (QS Al-Baqarah: 183). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 16 Agustus 2011/16 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s