Iktikaf


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Bagaimana cara melakukan iktikaf ? Ibadah apa saja yang biasa dilakukan saat iktikaf ? Kapan waktu yang afdal untuk iktikaf ? Terima kasih. Wassalam.

Ardhani, Kayen, Pati

Jawaban :

Iktikaf adalah menetap di masjid dengan niat bertakarub kepada Allah SWT. Iktikaf yang sunah bisa dilakukan kapan pun. Namun, iktikaf yang sunah muakadah adalah pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan.

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW beriktikaf 10 hari di bulan Ramadhan dan pada tahun di mana beliau wafat iktikaf 20 hari (HR Bukhari, Abu Daud, dan Ibnu Majah). Waktu yang afdal untuk iktikaf adalah 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Saat iktikaf, disunahkan untuk memperbanyak ibadah sunah, menyibukkan diri dengan shalat, tilawatil quran, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, membaca shalawat, memperbanyak doa, dan ketaatan-ketaatan lainnya. Wallahu a’lam.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Selasa, 16 Agustus 2011/16 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Ibadah, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s