Zakat Fixed Asset


Oleh : M Amin Suma

Kenapa bangunan atau fixed asset tidak dikenai zakat, padahal manfaat dari harta tersebut digunakan dan diambil secara terus menerus. Adakah dalilnya? Padahal, kecenderungan masyarakat kita untuk investasi hari tua di fixed asset dan sangat banyak jumlahnya.

Dede, Manggarai Jakarta

Jawaban:

Kalau seseorang memiliki bangunan yang disewakan, yang dikeluarkan zakatnya adalah hasil dari sewaannya, sedangkan bangunannya tidak, kecuali kalau bangunan tersebut dijual, pada saat menerima hasil penjualan, dikeluarkan zakatnya 2,5 persen. Analoginya dengan sebidang tanah yang dikeluarkan zakatnya adalah hasil dari tanah tersebut (misalnya hasil pertanian) apabila tanah itu ditanami.

Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam QS 6 : 141, sedangkan jika tidak ditanami, tidak ada zakat baginya, kecuali apabila tanah dijual. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis riwayat Abu Daud dari Samrah bin Jundab, ia menyatakan: “Amma ba’du, sesungguhnya Rasulullah SAW telah menyuruh kita semua untuk mengeluarkan zakat pada setiap komoditas yang kita persiapkan untuk diperdagangkan.”

Sumber : Konsultasi  Zakat, Republika, Jumat , 12 Agustus 2011/12 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in M. Amin Suma, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s