Tidurnya Orang Berpuasa


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Apakah hadis yang mengatakan, tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah merupakan hadis sahih? Mohon penjelasan. Terima kasih.

Hardjito Warno, Jakarta

Jawaban :

Hadis lengkap tentang hal yang Anda maksudkan mungkin adalah sebagai berikut: “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Status hadis tersebut menurut para ahli hadis adalah lemah ( dha’if ), bahkan ada yang menyebutnya maudhu’ ( palsu ). Ini karena di antara para perawinya ada yang lemah, bahkan pendusta. Tersebarnya hadis ini di Indonesia mungkin karena sebagian dai atau ulama mengutipnya dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali atau dari kitab Kanzul Ummal, walau yang disebutkan hanya bagian awalnya saja, yaitu naum ash-sha`imi ‘ibadah. Di antara para perawi yang membuat cacat hadis tersebut adalah Ma’ruf bin Hisan, Sulaiman bin Amran-Nakh’i, dan Abdul Malik bin Umair.

Adapun tidur yang dianggap bernilai ibadah di antaranya adalah jika perbuatan mubah (boleh), seperti makan, tidur, dan hubungan suami istri di malam Ramadhan diniatkan untuk melakukan ibadah. Hal tersebut seperti yang dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan ( ganjaran ).” Maknanya, apabila tidur malam pada bulan Ramadhan, diniatkan untuk bangun dan segar kala mendirikan qiyam Ramadhan, maka tidur tersebut bernilai ibadah.

Namun, jika tidur siang seseorang berkepanjangan yang disebabkan oleh kemalasan atau menahan lapar dan haus sedikit, lalu membuatnya menjadi kontraproduktif, malas beribadah, atau sering melewatkan shalat berjamaah karena tidurnya, maka tidur tersebut tidak termasuk kategori ibadah dan tidak mendatangkan pahala, bahkan mungkin masuk kategori makruh. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 11 Agustus 2011/11 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Tidurnya Orang Puasa Bukan Ibadah
  2. Puasa Tapi Tidur

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s