Mencicipi Makanan


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Pak Ustadz, saya bekerja sebagai tukang masak di restoran. Siang hari tetap buka, meski depan restoran ditutup kain. Bagaimana hukumnya berpuasa jika kita mencicipi masakan yang sedang dimasak. Terima kasih.

Hamba Allah

Jawaban:

Di antara yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja. Bila tidak disengaja tidak membatalkan puasa. Kalau cuma mencicipi makanan apakah sudah cukup asinnya atau belum, kemudian diludahkan kembali, maka puasanya tidak batal.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Rabu, 10 Agustus 2011 /10 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s