Batas Akhir Waktu Sahur


Oleh : Ust M Shiddiq Al Jawi

Ustadz, mohon dijelaskan batas akhir waktu sahur, apakah waktu imsak, dimulainya adzan Shubuh, atau di akhir adzan Shubuh ?

Ismail , Jakarta

Jawaban :

Imam madzhab yang empat berpendapat waktu sahur itu berakhir ketika telah terbit fajar shadiq  ( thulu’ al-fajr al-shadiq ). Dengan kata lain, waktu sahur berakhir hingga adzan Shubuh. Dalilnya firman Allah SWT ( artinya ), “Dan makan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” ( QS Al-Baqarah [2] : 187 ). Ayat ini menunjukkan bahwa makan minum ( sahur ) masih boleh hingga jelas / terang (tabayyun) bahwa fajar sudah datang. ( Yusuf Al-Qaradhawi, Fiqh Al- Shiyam, hlm. 101 ; Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Al-Shiyam, hlm 77 ; Wahbah Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir, 2/153 ).

Yang dimaksud fajar dalam ayat itu adalah fajar shadiq, bukan fajar kadzib. Dalilnya hadits ‘Aisyah RA, dia berkata,”Janganlah adzan Bilal mencegah dari sahur kamu, karena dia menyerukan adzan pada malam hari. Makan minumlah kamu hingga kamu mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum, karena dia tidak menyerukan adzan hingga terbit fajar.” ( HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah ).

Hadits ini menjelaskan Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari, atau saat terbit fajar kadzib, yaitu munculnya cahaya putih yang memanjang ke arah atas / langit. Sedang Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan saat terbit fajar shadiq, yaitu munculnya cahaya putih ke arah kanan dan kiri, bukan hanya ke arah atas saja. ( Mahmud Abdul Lathif Uwaidah, ibid., hlm. 82 ).

Berdasarkan hadits ‘Aisyah RA ini, batas akhir waktu sahur bukan fajar kadzib, melainkan fajar shadiq, yakni saat adzan Shubuh. Maka dari itu, waktu imsak ( sekitar 10 menit sebelum waktu Shubuh ) bukanlah batas akhir sahur. Sebab batas akhir sahur adalah datangnya fajar shadiq   ( waktu Shubuh ), bukan datangnya waktu imsak. Maka jika waktu Imsak tiba, makan dan minum untuk sahur masih boleh dan tidak haram.

Waktu imsak hanya untuk kehati-hatian ( ihtiyath ) saja, bukan batas akhir waktu sahur. Dalilnya hadits Zain bin Tsabit RA yang berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW, kemudian kami berdiri untuk shalat ( Shubuh )’. Lalu Anas bertanya kepada Zaid bin Tsabit, ‘Berapa lama antara keduanya ( sahur dan shalat Shubuh ) ?’ Zaid bin Tsabit menjawab,’Kadarnya ( lamanya ) sekitar bacaan 50 ayat.” ( HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah ). ( Mahmud Abdul Lathif Uwaidah, ibid., hlm. 81 ).

Walhasil, batas waktu sahur adalah saat adzan Shubuh. Namun bukan awal adzan Shubuh, sebab ada dalil yang membolehkan sahur ketika orang mendengar adzan Shubuh. Dengan kata lain, hadits ‘Aisyah RA bahwa batas akhir sahur adalah adzan Shubuh masih mujmal (global). Hadits ini kemudian diperjelas dengan hadits Abu Hurairah RA sebagai mubayyan ( penjelas yang detail dari mujmal ) yang masih membolehkan sahur ketika adzan Shubuh. Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda,’Jika seseorang dari kamu mendengar adzan ( Shubuh ), sedangkan bejana ( air ) sedang di tangannya, maka janganlah dia meletakkan bejananya hingga dia menyelesaikan hajatnya darinya ( minum ) .“ ( HR Abu Dawud no. 2350, Ahmad, Daruquthni, dan Al-Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Imam Dzahabi ). ( Mahmud Abdul Lathif Uwaidah, ibid., hlm. 79 ). Berdasarkan hadits Abu Hurairah RA ini, jelaslah bahwa makan dan minum saat adzan Shubuh masih dibolehkan. Hadits Abu Hurairah RA ini adalah penjelas ( mubayyan ) dari hadits ‘Aisyah RA yang mujmal bahwa batas akhir sahur adalah saat adzan Shubuh.

Kesimpulannya, batas akhir waktu sahur adalah saat adzan Shubuh, namun bukan awal adzan Shubuh , melainkan memanjang hingga kahir adzan Shubuh. Maka jika adzan Shubuh masih berkumandang, sahur masih boleh, tidak haram, dan tidak wajib qadha’. Wallahu a’lam.

Sumber : Ustadz Menjawab, Media Umat, Edisi 64,  5 – 18 Ramadhan 1432 H /  5 – 18 Agustus 2011

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M Shiddiq Al Jawi, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Batas Akhir Waktu Sahur

  1. irwansyah says:

    terima kasih atas penjelasannya..

  2. DHOFIR says:

    ALHAMDULILLAH DNG BLOG INI..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s