Membangunkan Sahur


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya sangat bersyukur karena Allah memberikan rumah yang berdekatan dengan masjid seperti yang kami idamkan selama ini.

Namun pada Ramadhan ini, ketika di sepertiga akhir malam, kami tak dapat khusyuk beribadah di rumah karena pengurus masjid membangunkan sahur dengan berbagai jenis panggilan yang sangat mengganggu. Belum lagi musik keliling untuk membangunkan sahur yang mengagetkan bayi kami dari tidurnya.

Apa yang harus saya sampaikan kepada pengurus masjid?

Kusyaeri, Tangerang

Jawaban :

Sampaikan kepada pengurus masjid atau tokoh agama di sekitar Anda tentang keindahan syariat Islam yang sudah mengatur etika membangunkan sahur dengan mengumandangkan azan dua kali. Azan pertama ditujukan untuk membangunkan orang yang belum bangun agar bangun bersahur, sedangkan azan kedua untuk menegaskan masuknya waktu Subuh atau larangan melakukan aktivitas yang akan membatalkan puasa.

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Azannya bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian atau seseorang dari makan sahurnya karena dia mengumandangkan azan saat masih malam supaya orang yang masih shalat malam dapat pulang untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan, azan bilal tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau Subuh.” Beliau berkata dengan isyarat jarinya, beliau angkat ke atas dan menurunkannya kembali hingga berkata seperti ini: Zuhair menyebutkan, “ Beliau berisyarat dengan kedua jari telunjuknya, salah satu jarinya beliau letakkan di atas yang lainnya, kemudian membentangkannya ke kanan dan kiri ( HR Bukhari ).

Tentang musik bersuara keras yang mengagetkan, silakan Anda sampaikan kepada pemerintah daerah setempat atau tokoh masyarakat di sekeliling Anda agar lebih menekankan etika dan ketenteraman bagi semua. Mengingat hal ini sudah menjadi budaya di sebagian masyarakat Muslim Indonesia, bersabarlah dalam menanti perubahan dan tetaplah menjaga hubungan baik bertetangga dan belajarlah untuk menerima kenyataan dengan sabar dan cerdas. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 5 Agustus  2011 / 5 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s