Syariat Imsak


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sejauh yang saya tahu, imsak itu bukan nama waktu di bulan suci Ramadhan. Namun, di masjid-masjid, sering saya dengar pengumuman imsak. Jadwal imsakiyah Ramadhan juga disebarkan seakan-akan waktu imsak sudah menjadi bagian dari syariat shaum. Pertanyaan saya, apakah sesungguhnya imsak di Ramadhan itu?

Hasan, Karawang

Jawaban :

Kata imsak dalam fikih shaum berarti menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Pada awalnya, kata imsak dalam fikih shaum tidak berkaitan dengan waktu 10-15 menit sebelum fajar ( azan Subuh ). Memang ada sebagian ulama yang beralasan untuk kehati-hatian maka sebaiknya berhenti dari aktivitas yang bisa membatalkan puasa 10-15 menit sebelum azan Subuh.

Selanjutnya, beredarlah di masyarakat pembagian dua waktu: imsak dan terbit fajar ( fajar shadiq )  walau pembagian dua waktu ini tidak dikenal pada masa Rasulullah SAW dan zaman para sahabat beliau dan juga kata imsak tidak ada hubungannya dengan waktu.

Seharusnya, kita tidak perlu mensyariatkan imsak sebelum Subuh ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibnu Abbas dan diikuti Imam Syafi’i bahwa dibolehkan tetap makan pada waktu yang meragukan ( syak ) antara sudah atau belum masuknya waktu Subuh, sampai jelas tampak masuk waktu Subuh sebenarnya. Sebagaimana yang dijelaskan ayat berikut:”…­ dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…” ( Al-Baqarah : 187 ).

Rasulullah SAW bersabda, “Makan dan minumlah dan janganlah menghalangi kalian sinar yang tinggi ( yakni terangnya fajar kadzib ). Makan dan minumlah hingga tampak bagi kalian warna merah.” ( HR Abu Daud ). Hadis ini menjelaskan agar kita tak perlu takut dengan waktu Subuh yang sebentar lagi masuk, silakan lanjutkan aktivitas makan dan minum Anda selama belum azan Subuh. Bahkan, ada riwayat lain yang sahih yang membolehkan tetap makan selama piring masih berisi makanan yang masih kita butuhkan dan gelas berisi minuman yang kita butuhkan.Walahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 4 Agustus  2011 /  4 Ramadhan 1432 H

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan, Syariah and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Syariat Imsak

  1. smash says:

    Sekedar info,hari ini ada sodara kita yg genap berusia 81 tahun,jika ingin memberikan spirit dan ucapan bisa DISAMPAIKAN DISINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s