Doa Berbuka Puasa


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya bingung harus membaca doa yang mana saat berbuka puasa. Sebab, doa yang selama ini saya baca adalah “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthortu”. Menurut seorang teman, hadis tentang doa itu adalah lemah. Lalu, doa apa yang sesungguhnya dibaca Rasulullah SAW saat berbuka?

Husin, Bekasi

Jawaban :

Pada bulan Ramadhan, ada dua kegembiraan yang senantiasa menyertai seorang Mukmin, yakni kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat menjumpai Tuhannya. Karena itu, disunahkan berdoa saat berbuka sebagai kegembiraan pertama dalam bentuk syukur. Sayangnya, doa yang selama ini tersebar di kalangan Muslimin adalah doa berbuka yang lemah hadisnya.

Berikut doa tersebut: “Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthortu ( Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka ).”  Menurut sebagian ahli hadis, riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunahnya No 2358, dari Muadz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabiin sehingga jadilah hadis ini mursal ( ada silsilah yang terputus di atas tabi’in ). Hadis mursal merupakan hadis dhaif, sebab sanad yang terputus.

Imam Bukhari dalam kitabnya Tarikh Alkabir ( 227/1 ) juga mengatakan bahwa hadis tentang doa di atas adalah mursal. Bahkan, Ibnu Hibban dalam kitab Tsiqat menjelaskan, Mu’adz adalah seorang yang majhul ( tidak jelas riwayat hidupnya )  dan hidup di bawah periode tabi’in ( atba’ tabi’in ).

Menurut sebagian ulama ahli hadis, riwayat yang lebih kuat tentang hadis doa ifthar (berbuka puasa) adalah sebagai berikut. Marwan bin Salim al-Muqaffa berkata, “Saya melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya dan memotong jenggot yang melebihi telapak tangan. Dan ia berkata, ‘Dahulu Rasulullah SAW apabila berbuka beliau mengucapkan: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah, (Rasa haus telah hilang dan urat-urat tenggorokan pun telah basah, serta pahala telah ditetapkan, insya Allah).”  ( Derajat hadis ini Hasan, HR Abu Daud dan an-Nasa’i, juga Daruquthni dalam kitab sunahnya ).

Berdasarkan penjelasan di atas, doa yang lebih kuat dalilnya adalah doa yang kedua, yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Umar ra.Walahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu,  3 Agustus 2011 / 3 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s