Hubungan Iman dan Shaum


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, di dalam surah Al-Baqarah 183, seruan shaum ditujukan kepada orang beriman dengan dua kata seruan, yakni ayyu dan alladziina aamanuu. Mengapa ayat ini menekankan dengan dua kali tekanan itu? Lalu, apa hubungan shaum dengan iman dalam ayat itu? Jazakumullah.

Wahab, Makassar

Jawaban :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…” (Al-Baqarah [2] : 183). Maksud dua kali kata seruan dalam ayat ini adalah, pertama: kata ayyu, kata seruan ini mengisyaratkan akan besar dan pentingnya perkara yang akan diserukan setelahnya, sedangkan kata ya adalah harf tanbih, yakni kata yang meminta perhatian pembacanya.

Kedua, jika pada seruan pertama tidak jelas siapa yang dimaksud, maka pada kata seruan kedua dijelaskan bahwa orang yang berimanlah yang diseru ( alladziina aamanuu ). Seruan kedua ini guna menyemangatkan golongan beriman yang diseru secara khusus.

Hubungan antara shaum dan iman dalam ayat tersebut sangat kuat. Pertama, shaum adalah pilar penting bagi tegaknya iman seseorang. Kedua, mengabaikan shaum Ramadhan akan merusak nilai iman seseorang di hadapan Allah azza wa jalla. Hal ini mengingat sangat personalnya hubungan seorang hamba dengan Allah SWT dalam melakukan aktivitas shaumnya.

“Semua amal perbuatan Bani Adam adalah kepunyaan Bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaan-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasan…” ( H R Muslim ).

Ketiga, hanya orang beriman yang sanggup menyambut seruan Allah ini dengan konsisten karena keyakinan di qalb dan ikrar di lisan serta seluruh gerak raga seorang mukmin telah bersatu untuk selalu siap tunduk dan taat pada perintah dan menjauhi larangan Allah walau berat dan berisiko tinggi sekalipun.

Keempat, hanya orang yang berimanlah yang ditolong Allah untuk mampu ihsan (menyembah Allah walau tak melihat Allah dan merasa yakin bahwa Allah memperhatikan semua ibadahnya walau ia tak dapat melihat Allah) dalam shaum. Sebab, tak akan mampu seorang hamba untuk ihsan kepada Allah tanpa pertolongan Allah. Walahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 2 Agustus  2011 /  2 Ramadhan  1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s