Harta Waris Setelah Pernikahan Kedua


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, pada 2003, ibu saya wafat meninggalkan seorang suami, tiga anak perempuan, dan satu anak laki-laki. Tahun 2004, ayah menikah lagi. Tahun 2010, ayah saya meninggal dunia. Perkawinan kedua tidak dikaruniai anak. Bagaimana cara pembagian warisnya berdasarkan Islam?

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban :

Dalam kasus ini, kita harus mendeteksi dan memisahkan harta peninggalan yang dihasilkan pada pernikahan pertama ( sejak pernikahan sampai tanggal ibunda wafat pada 2003, ditambah dengan perkembangan harta pada 2003 — 2004 sebelum pernikahan kedua ) dengan harta peninggalan yang dihasilkan pada pernikahan kedua ( dari tanggal pernikahan dengan istri kedua sampai tanggal wafat ayahanda pada 2010 ). Proses audit ini bisa dilakukan dengan appraisal atau akuntan publik, tergantung jenis aset yang ditinggalkan.

Setelah dilakukan pemisahan kedua harta peninggalan, barulah kita bisa menyelesaikan hak-hak setiap ahli waris. Harta peninggalan pertama diberikan kepada anak-anak dari almarhum saja, adapun istri kedua tidak mendapatkan hak waris. Harta peninggalan kedua diberikan kepada istri kedua dan anak-anak dari almarhum. Jadi, anak-anak almarhum mendapatkan dua kali, sedangkan istri kedua hanya satu kali.

Anak-anak mendapatkan bagian ashobah bilgoir, sebagaimana firman Allah dalam surah an-Nisa: 11, dengan perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan 2:1. Adapun istri mendapat bagian 1/8 meskipun dia tidak memiliki anak. Yang menjadi patokan adalah almarhum, apakah ia memiliki keturunan atau tidak, sebagaimana firman-Nya dalam surah an-Nisa: 12. Walahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 1 Agustus  2011 / 1 Ramadhan 1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Harta Waris Setelah Pernikahan Kedua

  1. Ira says:

    Aslm. Ust, jadi intinya tidak ada hak waris untuk istri kedua, dalam harta yg jadi milik ayah sebelum tanggal menikah dengan istri ke dua tersebut (artinya harta ayah sebelum menikah dengan istri ke dua hanya jadi milik anak anak ayah dari istri pertama)?
    Kalau boleh tanya lanjut, dasar hukumnya bisa diliat dimana ya ust karena di keluarga saya tidak menerapkan seperti demikian.
    Terima kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s