Risau Menanti Jodoh


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya seorang wanita berusia 33 tahun dan belum menikah. Saat ini, saya merasa terluka, patah hati, dan teramat takut akan kesendirian hidup tanpa pasangan. Teman dekat saya semakin tidak berani berkomitmen untuk menikah, bahkan semakin tidak jelas arah hubungan saya dengan dia. Alasannya, dia belum siap secara materi. Ustadz, bagaimana cara saya menghadapi hari-hari menanti jodoh yang tak kunjung datang ini? Terima kasih.

Dara, Jakarta

Jawaban :

Wahai hamba Allah, yakinlah bahwa hanya Allah yang tidak boleh berpasangan. Semua makhluk-Nya diwajibkan berpasangan. Jadi, jangan cemaskan janji Allah. Pasangan itu segera datang sesuai ketetapan Allah, bukan sesuai keinginan kita, sebagaimana kelahiran kita yang tanpa kita sadari dan kematian yang tak dapat direncanakan. Begitu pula takdir jodoh akan menghampiri jika sudah waktunya. Perhatikan firman Allah SWT berikut: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” ( QS adz-Dzariyat [51] : 49 ).

Wahai hamba Allah, tak perlu cemas atau takut dengan kondisi saat ini karena cepat dapat jodoh bukan ukuran keberhasilan. Begitu juga lambat dapat jodoh bukanlah sebuah kegagalan. Yang terpenting adalah persiapkan diri menghadapi hari pasti datangnya jodoh dengan menjaga kesucian diri karena pasanganmu bergantung pada caramu menjalani hidupmu. Jika kesucian pikiran, perasaan, dan badan kau jaga dengan baik, seperti itu pula pasangan yang Allah datangkan untukmu.

Perhatikan firman Allah: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji ( pula ). Dan, wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik ( pula ) ….” ( QS an-Nur [24] : 21 ).

Sekarang bergabunglah dengan para daiah pendamba surga, jalani hari dengan kebajikan dan penuh manfaat bagi sesama. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 16 Juli  2011 / 14 Syaban 1432 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s