Harta Waris Adik Laki-laki


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya mempunyai adik laki-laki yang telah meninggal 1,5 tahun lalu. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tidak mempunyai anak, tapi mempunyai satu orang anak angkat yang masih kecil. Saudara kandung dari almarhum ada tiga, yakni dua laki-laki dan satu perempuan.

Orang tua kami sudah meninggal keduanya, begitu juga paman-paman kami. Ustadz, bagaimana cara membagi harta waris almarhum adik saya itu? Apakah anak angkatnya mendapat hak waris juga? Mohon penjelasan, terima kasih.

Hamba Allah, Bandung

Jawaban :

Dalam ilmu kewarisan Islam, ada hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan hak waris dari yang lainnya. Di antaranya adalah pernikahan yang sah dan adanya hubungan nasab antara yang meninggal dan yang ditinggalkan. Dalam kasus ini, anak angkat tidak memiliki sebab kewarisan. Karena itu, ia tidak mendapatkan hak waris dari almarhum, tapi ia berhak mendapatkan hak wasiat, hibah atau hadiah, dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 1/3.

Adapun ahli waris yang ditinggalkan almarhum adalah istri, dua orang saudara laki-laki, dan satu orang saudara perempuan. Dalam kasus ini, tidak ada kejelasan kategori saudara, apakah mereka semuanya saudara kandung? Ataukah ada di antara mereka saudara seayah atau seibu? Karena masing-masing saudara memiliki kedudukan yang berbeda dalam mendapatkan hak waris, misalkan saja, saudara yang ditinggalkan almarhum adalah saudara kandung semuanya, pembagiannya adalah sebagai berikut:

Istri mendapatkan 1/4 karena almarhum tidak memiliki keturunan. Sebagaimana firman Allah, “Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.” ( QS. an-Nisa: 12 ). Keberadaan anak angkat tidak memengaruhi bagian istri.

Adapun saudara-saudara kandung mendapatkan bagian sisa ( ashobah bilghair ) dengan perbandingan bagian laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Allah berfirman, “Jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) saudara-saudara laki dan perempuan, bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan.” ( QS: an-Nisa: 176 ). Wallahu a’lam bis shawab. .

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 18 Juli  2011 / 16 Syaban 1432 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s