Hukum Musafir


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Bagaimana hukum musafir yang tetap berpuasa, sementara untuk urusan shalat dia mengqashar atau menjamak shalatnya ?

Fauzan M , Jakarta

Jawaban :

Sorang musafir memang dibolehkan ( tidak diwajibkan )  untuk menggunakan fasilitas-fasulitas rukhshah ( dispensasi dalam syariat Islam ), misalnya menjamak shalat, mengqashar shalat, dan tidak berpuasa.

Apabila ada seorang musafir menggunakan dispensasi-dispensasi tersebut, hal itu boleh, tapi tidak wajib. Memang, ada ulama yang mengatakan sebaiknya kemurahan-kemurahan Allah berupa dispensasi-dispensasi itu digunakan karena ada hadis yang mengatakan,”Sesungguhnya Allah menyukai apabila kemurahan-kemuarahan-Nya digunakan oleh hamba-Nya sebagaimana Allah tidak menyukai apabila maksiat-maksiat kepada-Nya dilakukan oleh hamba-Nya.”

Demikianlah, semoga Abang Fauzan senantiasa dimudahkan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Sabtu, 4 September 2010  / 25 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

Entri terkait:

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s