Habis Berhubungan, Lalu Ketiduran


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Kiai Ali Mustafa, bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan saya, jika di malam Ramadhan saya berhubungan intim dengan istri, kemudian langsung tidur dan terbangun sudah lewat Subuh alias kesiangan. Apakah saya masih dapat pahala berpuasa ? Terima kasih.

Maksus, Lebaksiu, Tegal, Jateng

Jawaban :

Kang Maksus di Lebaksiu Tegal. Priben Kang kabare ? Sampeyan tangga dewek karo ‘nyong’. Wah, wah, wah, Kang Maksus, sampeyan seperti penganten anyar saja, kalau sampeyan sebelum tidur sudah niat berpuasa untuk esok hari, insya Allah puasa sampeyan sah. Tetapi, kalau sampeyan sebelum tidur belum niat puasa untuk esok hari, kemudian bangun kesiangan, sampeyan tidak berpuasa. Wes dieling-eling bae, ni areb sare kudu niat puasa disit.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Selasa, 31 Agustus 2010  / 21 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s