Agar Lebaran Kompak


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Ustadz yang terhormat,
Setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh, saya sebagai Muslim kadang merasa tidak puas atau kurang mantap gara-gara Lebaran atau hari raya Idul Fitri kok tidak bisa bersamaan ( berbeda-beda ) antara Pemerintah RI, ormas Islam, dan aliran-aliran lain. Bagaimana ya cara mempersatukannya biar kompak gitu loh Pak Ustadz Lebarannya. Terima kasih.

Firman , Pejaten, Jakarta Selatan

Jawaban :

Agar semua kelompok aliran Islam kompak dalam melaksanakan Lebaran, semua kelompok tersebut harus patuh pada perintah Al-Quran dan Hadis. Al-Quran memerintahkan agar kita taat pada pemerintah, ( Athi‘ullaaha wa athi’urrasul wa ulil’amri minkum ) . Berdasarkan Hadis Nabi, ketaatan kepada pemerintah itu wajib selama kita tidak diperintahkan untuk maksiat. Oleh sebab itu, bila pemerintah ( dalam hal ini Menteri Agama ) memutuskan bahwa hari raya jatuh pada hari ini, menurut Al-Quran, umat Islam wajib menaati keputusan tersebut.

Terjadinya perbedaan hari raya itu karena ada kelompok yang mau mengikuti perintah Al-Quran, yaitu menaati keputusan pemerintah ( dalam hal ini Meneteri Agama ). Sedangkan , kelompok yang lain tidak mau menaati perintah Al-Quran, tetapi lebih menaati egoisme kelompoknya masing-masing. Maka, terjadilah perbedaan Lebaran itu.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Selasa, 31 Agustus 2010  / 21 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Agar Lebaran Kompak

  1. sari says:

    maaf pak.ustad,apakah maksud dr kita taat dengan uli amri itu?ulil amri yg sprt apa?apakah ulil amri yg dia tdk taat pd aturan Allah qt jg hrs taat dan taat itu tdk hanya dlm ibadah maghdoh sj ttp jg ghoiru maghdhoh.,,dan dlm penghitungan masalah lebaran seharusnya lbh afdhol melihat hilal..dan hilal berlaku seluruh dunia tdk indonesia sendiri,malaysia sendiri dll

    —————————————————

    Apa yang Anda maksudkan, saya kira sudah cukup jelas dengan jawaban di atas. Untuk melengkapinya bisa juga Anda baca :
    1.Pelaksanaan Puasa Sering Berbeda ;
    2.Peran Pemerintah Mengakomodasi Paham

    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s