Hati Dendam dan Dengki


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Ustadz, apakah puasanya diterima oleh Allah SWT , orang yang puasa tapi hatinya masih dendam dan dengki pada orang lain ?

Aril, Jakarta

Jawaban :

Orang yang sedang berpuasa ataupun tidak sedang berpuasa tidak boleh merasa dendam dan dengki terhadap orang lain. Karena dendam dan dengki termasuk perbuatan maksiat yang punya kaitan dengan orang lain.

Orang yang berpuasa dan puasanya memenuhi syarat, Insya Allah puasanya diterima oleh Allah, tetapi boleh jadi tidak mendapat pahala, atau minimal pahalanya dikurangi karena ia melakukan perbuatan maksiat, dendam, atau dengki terhadap orang lain.

Ada sebuah hadis sahih riwayat Imam Bukhari bahwa Nabi SAW bersabda, orang yang tidak mau meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka apabila ia berpuasa, puasanya tidak diperlukan oleh Allah. ( HR Bukhari ). Maka itu, perbuatan maksiat apa saja termasuk dendam, dengki, dan dusta kepada orang lain harus ditinggalkan, baik ketika sedang berpuasa maupun sedang tidak berpuasa.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Rabu, 18 Agustus 2010  /  8 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Ali Mustafa Yaqub, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s