Utang Puasa Wanita Menyusui


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya seorang ibu yang sedang menyusui bayi berusia dua tahun dan saya berfisik lemah. Menjelang Ramadhan tahun ini, saya belum sempat membayar utang Ramadhan tahun lalu. Apakah saya wajib membayar utang puasa dengan kondisi yang sangat payah dalam menyusui? Bolehkah saya menggantinya dengan fidyah saja? Mohon penjelasan.

Hanifa, Bandung

Jawaban :

Jika Anda seorang wanita yang menyusui dan berfisik lemah serta mengkhawatirkan kesehatan Anda dan anak Anda, bagi Anda cukup membayar fidyah saja dan tidak harus menggantinya dengan puasa. Begitulah pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas ra. Caranya dengan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari puasa yang Anda tinggalkan.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqih Sunnah menjelaskan, para ulama sepakat bahwa puasa wajib dilakukan oleh orang Islam, berakal, baligh, sehat, dan sedang berada di kampung halaman ( tidak sedang dalam perjalanan jauh ). Untuk perempuan ditambah satu syarat lagi, yaitu suci dari haid dan nifas.

Sedangkan yang tidak wajib puasa adalah orang kafir, orang gila, anak kecil, orang sakit, musafir, perempuan yang sedang haid atau nifas, orang tua renta, perempuan hamil, dan perempuan yang sedang menyusui.

Bagi wanita hamil dan sedang menyusui, jika mengkhawatirkan kondisi diri dan anaknya bila berpuasa, diperbolehkan tidak berpuasa ( berbuka ), sebagai gantinya ia wajib membayar fidyah dan tidak wajib mengqadhanya. Begitu menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Ikrimah meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firman Allah: “… Dan bagi orang yang berat menjalankannya ….” ( al-Baqarah [2] : 184 ). Sedangkan Ibnu Abbas menjelaskan:  “Laki-laki dan perempuan tua yang berat menjalankan puasa diperbolehkan untuk berbuka. Namun, sebagai gantinya ia wajib memberi makanan kepada seorang miskin untuk setiap harinya. Perempuan hamil dan perempuan menyusui apabila mengkhawatirkan kondisi anaknya, ia boleh berbuka, lalu memberikan makanan kepada orang miskin.”

Dalam riwayat lain ditambahkan, Ibnu Abbas berkata kepada budak perempuannya yang sedang hamil: “Kamu termasuk orang yang berat menjalankannya, karena itu kamu wajib membayar fidyah dan tidak wajib mengganti puasa.” Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 22 Juli  2011 /  20 Syaban 1432 H

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Qadha Puasa Karena Hamil
  2. Mengganti Puasa Wanita Hamil
  3. Perbedaan Fidyah dengan Kifarat dan Dam
  4. Bolehkah Wanita Menyusui Berpuasa
  5. Fidyah dalam Bentuk Modal Kerja
  6. Fidyah kepada Anak Kandung
  7. Puasa atau Memberi ASI

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s