Hukum Merokok


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Bagaimana hukumnya merokok bagi orang yang sedang berpuasa ? Jika bisa didasari dengan dalil dan argumen ilmiahnya. Juga bagaimana hukum orang yang berdekatan dengan orang yang sedang merokok ( terhisap asap rokoknya oleh kita ) sedangkan kita berpuasa ?

Ahmad Nagib, Jakarta

Jawaban :

Kebiasaan merokok belum ada di zaman sahabat, sehingga tidak ada nash yang jelas menghalalkan atau mengharamkannya. Dalam kaidah fiqh disebutkan: Asal segala sesuatu adalah boleh kecuali ada nash yang mengharamkannya atau adanya bahaya yang menuntut untuk diharamkan.

Para ulama berbeda pendapat, ada yang mengharamkan dan ada juga yang memakruhkannya. Yang memakruhkan beralasan bahwa bahaya rokok terbatas pada dirinya. Sedangkan yang mengharamkan beralasan karena bahaya rokok sangat jelas bisa mengakibatkan kanker, penyalit jantung dan impotensi. Allah berfirman,”Janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan.’ ( QS Al-Baqarah : 195 ).

Lebih dari itu, perokok bisa mengganggu orang lain dan bisa menebarkan penyakit pada perokok pasif. Padahal, hadis menyatakan,”Tidak akan masuk surga seorang mukmin yang tetangganya merasa tidak aman dari perilaku yang merugikannya.” ( HR Muslim ). Bila merokok sudah jelas akan mengakibatkan rusaknya ekonomi keluarga, membahayakan dirinya, keluarga dan tetangga dekat, maka lebih cenderung kepada haram.

Para ulama sepakat bahwa merokok membatalkan puasa karena memasukkan sesuatu ke dalam dirinya. Sedangkan perokok pasif ( yang menghisap  asap rokok tanpa sengaja ) tidak membatalkan puasanya. Wallahu a’lam.■

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Kamis, 20 September 2007  / 8  Ramadhan 1428 H

Judul dari Admin

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

 

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s