Waktu Imsak


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Kiai, ada yang ingin saya tanyakan tentang waktu imsak. Begitu memasuki waktu imsak, apakah kita masih diperbolehkan makan atau minum? Dan, artinya imsak itu sendiri apa? Batasan akhir untuk makan sahur itu dari imsak atau azan Subuh? Terima kasih atas penjelasannya, wassalam.

Heru, Bogor

Jawaban :

Berdasarkan tuntunan Al-Quran surat al-Baqarah ayat 187 bahwa kita dibolehkan untuk makan dan minum sampai terbit fajar shidiq, puasa itu dimulai sejak terbit fajar shidiq atau masuknya waktu shalat subuh, bukan sejak dikumandangkan azan Subuh. Sebab, boleh jadi azan Subuh dikumandangkan terlambat beberapa menit setelah terbit fajar shidiq.

Perlu diketahui pula , bahwa pada dini hari ada dua macam fajar. Yang  pertama adalah fajar kadzib ( fajar bohong ), yaitu sinar yang terang waktu dini hari yang melintang antara timur ke barat.

Setelah sinar itu terbit, tidak lama kemudian langit akan terlihat kembali gelap. Yang kedua adalah fajar shidiq ( fajar benar ), yaitu sinar yang membentang secara horizontal antara arah utara sampai selatan. Semakin lama sinar tersebut akan  semakin terang hingga kemudian terbitlah matahari.

Sekali lagi puasa diawali ketika fajar shidiq terbit. Adapun imsak itu sendiri  artinya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Hal-hal yang membatalkan itu adalah makan, minum, dan berhubungan seksual . Waktu imsak itu  diperlukan dalam rangka menjaga kemaslahatan ( kepentingan ) orang yang berpuasa agar tidak kebablasan makan dan minum sampai terbit fajar shidiq.

Oleh karena itu, kami menyarankan, kalau sudah ada tanda tanda  waktu memasuki imsak, biasanya sepuluh menit sebelum terbit fajar shidiq, sebaiknya kita langsung menahan diri, tidak makan, tidak minum, dan atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Demikianlah, semoga Allah memberikan kekuatan dalam menjalankan puasa.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Kamis, 26 Agustus 2010 / 16 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s