Puasa di Negeri Orang


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

KH Ali Mustafa Yaqub bersama Obama

Saat ini, saya sedang berada di Jerman. Karena itu, saya ingin menanyakan bagaimana menjalankan puasa di negara orang, apakah mengikuti waktu di negara tersebut?

Saya pernah mendengar, puasa di Indonesia berlangsung selama 12 sampai 13 jam. Kalau kita di negara orang, waktu puasanya mengikuti waktu seperti di Indonesia. Walaupun di negara tersebut, misalnya Jerman, waktu Subuh hingga Maghribnya selama 16 jam. Apakah benar seperti itu?

Wida, Jerman

Jawaban :

Ibadah-ibadah seperti shalat lima waktu, berpuasa, shalat hari raya, dan shalat gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, adalah ibadah-ibadah yang berkaitan dengan waktu setempat. Puasa, misalnya, tidak dihitung dengan jam, 12 jam, atau 13 jam, melainkan dihitung mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Apa yang Mbak Wida rasakan sekarang juga pernah saya rasakan. Saya pernah puasa bulan Ramadhan di Belanda, Inggris, Kanada, dan Amerika. Di Inggris adalah yang paling lama puasanya karena hampir 18 jam. Orang-orang Islam di sana puasanya tetap dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Tidak boleh orang yang berada di Inggris puasanya mengikuti waktu puasa di Indonesia.

Orang-orang yang tinggal di negara-negara yang waktu siangnya lebih panjang pada musim kemarau sering mengeluh apabila bulan Ramadhan jatuh pada musim panas, tetapi mereka tidak pernah menanyakan apabila Ramadhan jatuh pada musim dingin karena malamnya lebih panjang dari siangnya. Jadi, orang yang berada di Jerman harus mengikuti waktu Jerman dalam berpuasa, shalat lima waktu, dan ibadah lain yang berkaitan dengan waktu setempat.


Sumber :
Konsultasi Ramadhan, Republika, Jumat, 20 Agustus 2010  / 10 Ramadhan 1431 H

Gambar : detik.com
Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta; Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah, Jakarta

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s