Aturan Shalat Jamak dan Qashar


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Kiai yang saya hormati,
Pada saat Lebaran, kami sekeluarga akan pulang kampung ( mudik ) selama sekitar seminggu atau lebih. Kami memang sudah tinggal dan menetap lama di Jakarta.

Pertanyaan saya adalah berapa lama kami memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas shalat jamak dan qasar. Apakah selama seminggu atau lebih bisa memanfaatkan fasilitas shalat jamak dan qasar atau dibatasi lamanya hanya tiga hari?

Budiman Tarumanegara,  Jakarta Pusat

Jawaban :

Kami mengucapkan selamat mudik. Tentang kemurahan jamak dan qasar, apabila Pak Budiman ingin tinggal di suatu tempat dalam rangka mudik tadi kurang dari empat hari. Selain hari datang dan hari pergi, Bapak tetap dibolehkan untuk melakukan shalat jamak dan qasar. Namun, apabila Bapak mau tinggal di suatu tempat itu lebih dari empat hari, selain hari datang dan hari pergi, Bapak tidak boleh melakukan shalat jamak dan qasar.

Kemudian, apabila yang mau dijadikan tempat mudik itu tidak satu, misalnya Bapak mudik ke Surabaya dan tinggal di Surabaya selama tiga hari; kemudian pindah ke Malang dan tinggal di Malang selama tiga hari; kemudian pindah lagi ke Kediri dan di Kediri tinggal selama tiga hari; di tiga tempat itu Bapak dibolehkan menjamak dan mengqasar shalat.

Demikianlah, mudah-mudahan Bapak dapat menjalankan syariat Islam dengan baik.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Rabu,  25 Agustus 2010 / 15 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Ramadhan, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Aturan Shalat Jamak dan Qashar

  1. Rita says:

    klo mudiknya seminggu dan menetap di satu kota saja, brarti dari hari pertama datang gak boleh jamak dan qasar ya pak? bukankah untuk 3 hari pertama boleh untuk jamak dan qasar? trims

    ———————————————

    Menurut jawaban Kiai Ali Mustafa di atas, kalau lebih dari empat hari menetap di suatu tempat, tidak boleh jamak dan qashar lagi. Jadi bukan dari awal kedatangan.

    Terima kasih.

  2. san says:

    Apakah sholat jamak/khosor tidak boleh dilakukan dirumah ? Misalnya : Ahmad tinggl di Malang. Ia akan pergi ke Solo naik bis ( 200 km ) dan berangkat jam 12.30. Diperkirakan ia tiba di Solo jam 19.00 sehingga saat waktu ashar masih dalam perjalanan. Apakah sholat ashar tersebut boleh dijamak takdim dengan dhuhur ketika masih di rumah (sebelum berangkat ) ?

    —————————————————-

    Salah satu hal yang membolehkan jamak/qashar adalah safar ( bepergian jauh ) sehingga ketika masih ada di rumah tidak dibenarkan shalat jamak/qashar. Dalam kasus Anda di atas, shalat Zhuhur dilakukan sebelum berangkat dan shalat Ashar dilakukan di perjalanan. Sedangkan Maghrib bisa dijamak dengan Isya.

    Untuk lebih jelasnya Anda bisa menanyakan hal ini kepada para ulama.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s