Nisfu Sya’ban


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apa yang dimaksud dengan Nisfu Sya’ban? Apa yang sepatutnya kita lakukan pada malam Nisfu Sya’ban itu? Terima kasih.

Wardi, Jambi

Jawaban :

Nisfu Sya’ban artinya pertengahan bulan Sya’ban. Ini telah menjadi tradisi sekelompok masyarakat Muslim Indonesia untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu di masjid pada malam Nisfu Sya’ban.

Ada riwayat yang shahih bahwa Rasulullah SAW banyak melakukan puasa pada bulan Sya’ban, seperti diriwayatkan Bukhari-Muslim dari Aisyah: “Tidaklah aku melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan kecuali bulan Ramadhan. Dan aku menyaksikan bulan yang paling banyak beliau berpuasa ( selain Ramadhan ) adalah  Sya’ban. Beliau berpuasa ( selama ) bulan Sya’ban kecuali hanya sedikit ( hari saja yang beliau tidak berpuasa ).”

Namun, tidak ada satu dalil pun yang shahih bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa khusus Nisfu Sya’ban atau melaksanakan shalat khusus dengan jumlah rakaat tertentu pada malam Nisfu Sya’ban. Kalaupun ada yang melakukan ritual khusus di malam Nisfu Sya’ban ini, hanya beberapa dari kalangan tabi’in dari Syam, seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, dan dalil yang digunakannya pun hadis lemah dan untuk kepentingan fadha’ilul a’mal.

Hal ini tentu jangan mengurangi semangat beribadah kita pada malam dan siang bulan Sya’ban. Perbanyaklah ibadah sunah seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam riwayat Bukhari di atas. Dan, hindari ritual-ritual khusus yang dikerjakan bersama-sama dengan cara serta bacaan tertentu karena di sinilah titik khilafiah / perbedaan pendapatnya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 14 Juli  2011 /  12 Syaban 1432

  Bachtiar Nasir, Lc. , Pimpinan Pusat Ar-Rahman Quranic Learning Center ( AQL ); Alumnus Madinah Islamic University, Saudi Arabia
Pic © http://v4.e-arrahman.com

Penjelasan Nisfu Sya’ban oleh Ust. Bachtiar Nasir :

Published on Jul 8, 2012 by AQLIslamicCenter

ΩΩΩ

Silakan Baca Juga :

1. Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Sya’ban ?

2. Tradisi Ruwahan

3. Munggahan Ramadhan

4. Keutamaan Sya’ban

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah. Bookmark the permalink.

12 Responses to Nisfu Sya’ban

  1. Pingback: Berapa Lama Puasa Sunnah Sya’ban ? « Islam 4 All

  2. Pingback: Shalat Malam Nishfu Sya’ban, Adakah ? « Islam 4 All

  3. Pingback: Puasa Sunnah Pasca Nishfu Sya’ban « Islam 4 All

  4. Pingback: Keutamaan Bulan Sya’ban yang Sering Terlupakan « Islam 4 All

  5. Pingback: PUASA SYA’BAN « ahmadfanani4one

  6. Pingback: keutamaan bulan Sya’ban « zaragman

  7. Syaikhul says:

    Assalamu ‘alaikuw wr.wb
    Rasulullah saw bersabda,:
    “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban,
    lalu mengampuni dosa dosa
    mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin”.
    (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

    memperbanyak sholat malam, puasa dan ibadah2 lainnya bagi yang sanggup sungguh akan sangat mulia. Tapi tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Karna Rasulullah tidak pernah melakukannya.🙂

    • Joko Kelana says:

      Hadist yang antum bawakan adalah hadist Dhoif..
      coba cek di: http://muslim.or.id/manhaj/meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html
      Malam nisfu sya’ban sama dengan malam2 lainnya…

      • Hambah Allah says:

        Assalamu ‘alaikuw wr.wb
        Mas Joko Hadist doif hanya hadist yang lemah sanadnya tapi bukan hadist palsu
        untuk amalan yang di baca dimalam tersebut: adalah
        Surah Yasin
        Doa
        Shalat Hajat
        Shalat Tasbih
        dan amalan lainnya baik sendiri maupun jamaah
        jika ada dalil yang melarang kita untuk membaca surah yasin, berdoa,shalat hajat, shalat tasbih tolong di tunjukan.
        masalah amal ibadah ditolak itu urusan Allah yang penting niat kita beramal ibadah hanya semata mata mengharap Ridha Allah dan ini juga merupakan warisan dari nenek moyang kita yang dekat dengan Sunan dan Ulama.jika benar ini sesat biarlah murka Allah yang kami terima.dari pada kami menjadi hamba yang tidak bersyukur

        Wassalam

  8. julita says:

    Makasi.. ng’bantu bgt inpo’a

  9. Jahrelane schmerzen in den Füßen gehen zurück und sie geht deutlich schneller
    ohne aus der Puste zu kommen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s