Menyogok untuk Haji


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Pak ustadz, kalau mau naik haji tahun ini, agar dapat kursi, saya diminta bayar Rp 5 juta per kursi. Apakah ini termasuk sogok? Jika saya pilih membayar Rp 10 juta berdua dengan istri saya, lalu bagaimana hukum haji saya? Terima kasih.

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban :

Berhaji adalah perjalanan yang bertujuan menjumpai Allah di rumah ( bayt)-Nya. Perjalanan perjumpaan dengan-Nya adalah perjalanan suci yang membutuhkan infrastruktur kesucian. Allah adalah baik ( thayyib) dan hanya menerima dari yang baik. Allah tidak menerima siapa pun yang datang dengan jiwa dan harta yang haram ( QS al-Baqarah : 125 ).

Sejauh yang saya ketahui, tambahan biaya Rp 5 juta di luar ongkos ONH resmi pemerintah adalah jelas-jelas sogokan ( risywah) yang diharamkan dan dilaknat Allah karena telah menzalimi hak orang lain. Semua pelaku yang bertransaksi ( si calhaj dan oknum calo serta petugas terkait ) adalah pelaku sogok-menyogok yang akan dilemparkan ke dalam neraka yang tak akan sanggup ditahan penderitaannya oleh siapa pun di akhirat kelak.

Jika Anda bernafsu untuk berhaji dengan cara itu, secara hukum haji Anda sah dan tidak perlu mengulanginya sebagaimana orang yang shalat di atas tanah curian ( ghasab), tapi pahala kesempurnaan ibadah Anda kemungkinan cacat karena ada unsur etika thayyib / baik yang Anda langgar. Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi uang sogokan dan orang yang menerimanya ( HR Abu Daud-3109 ). Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 7 Juli 2011 / 5 Syaban 1432


ΩΩΩ

Entri Terakhir :


About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Haji and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menyogok untuk Haji

  1. mediamayaku says:

    Naúzu billahi min zaalik, gimana mau mabrur, kalau sudah diawali dng pelanggaran pada ajaran Alloh dan Rasul-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s