Waris dari Istri


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Alhamdulillah, saya telah menikah dengan seorang gadis salehah, tetapi Allah berkehendak lain. Sepulang dari gedung pesta pernikahan, mobil yang kami kendarai tabrakan dengan sebuah truk dan menyebabkan wafatnya istri saya. Ustadz, apakah saya mendapatkan hak waris dari istri saya? Saya belum sempat menggaulinya selayaknya pasangan suami istri. Mohon doa dan jawaban atas pertanyaan saya di atas. Terima kasih.

Hamba Allah

Jawaban :

Semoga Allah mempertemukan Anda kembali di surga-Nya yang abadi. Salah satu yang menjadi sebab seseorang memperoleh hak waris adalah adanya akad pernikahan yang sah yang telah terpenuhi syarat dan rukun nikah secara syariat Islam atau tidak dalam keadaan nikah fasid ( rusak ).

Walaupun Anda belum pernah menggaulinya sebagai suami dari almarhumah, Anda berhak mendapatkan setengah ( seperdua ) bagian dari harta yang ditinggalkan almarhumah. Dalilnya seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surah an-Nisa ayat 12.

“Dan bagimu ( suami-suami ) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau ( dan ) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau ( dan ) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki ( seibu saja ) atau seorang saudara perempuan ( seibu saja ), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi, jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudharat ( kepada ahli waris ). ( Allah menetapkan yang demikian itu sebagai)  syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” Wallahu a’lam..


Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 11 Juli 2011 / 9 Syaban 1432


ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s