Mengubur Jenazah Malam Hari


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana hukumnya menguburkan jenazah pada malam hari ? Mohon penjelasan.

Difla Diana Akmal, Bantul

Jawaban :

Ada riwayat dari Imam Ahmad dan Alhasan yang memakruhkan penguburan jenazah malam hari berdasarkan hadis riwayat Muslim berikut ini: “Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa pada suatu hari Nabi SAW berkhutbah, lalu menyebutkan kisah tentang salah seorang sahabatnya yang meninggal dan dikafani dengan kain yang tidak menutupi seluruh badannya, kemudian dimakamkan di malam hari. Rasulullah SAW melarang untuk menguburkannya di malam hari sampai dishalatkan, kecuali jika keadaannya sangat terpaksa. Lalu Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika salah seorang dari kalian mengafani saudaranya, maka hendaknya ia memperbagus kafannya’.” ( HR Muslim-1567 ).

Namun, mayoritas ( jumhur ) fuqaha, yaitu Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan mazhab Hanabilah menetapkan bahwa tidak dimakruhkan mengubur jenazah malam hari berdasarkan atsar-atsar sahabat Nabi SAW di mana Abu Bakar as-Siddiq dikuburkan malam hari. Begitu pula Imam Ali bin Abi Thalib menguburkan Fathimah juga pada malam hari dan Utsman bin Affan, Aisyah, serta Ibnu Mas’ud dikuburkan jenazahnya pada malam hari.

Beberapa fuqaha lainnya, seperti Uqbah bin Amir, Sa’id bin Almusayyib, Atha’, Ats-tsaury, dan Ishaq me-rukhshah-kan ( mengecualikan ) atau membolehkan penguburan jenazah malam hari, meskipun menurut mereka penguburan di siang hari lebih disunahkan. Karena hal itu lebih meringankan para pengiring jenazah, selain lebih banyak yang akan menyalatkan dan memudahkan untuk menjalankan sunah-sunah penguburan jenazah. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 2 Juli  2011 / 30 Rajab 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s