Mengelola Harta Warisan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ayah kami telah wafat dua bulan lalu. Menurut ilmu kewarisan Islam, langkah apa saja yang harus kami lakukan terhadap harta-harta peninggalan almarhum? Dan, bagaimana sebaiknya dengan pengelolaan perusahaan yang ditinggalkan almarhum agar kami ahli warisnya dapat menjalankan syariat dengan benar?

Adiyanto, Bekasi

Jawaban :

Hal terpenting yang harus disadari oleh semua ahli waris adalah bahwa harta almarhum merupakan titipan Allah kepada almarhum semasa hidupnya. Karena itu, harta tersebut kembali menjadi milik Allah sepenuhnya setelah beliau wafat. Maknanya, para ahli waris mendapat bagian warisan semata-mata karena Allah yang Maha Pemurah dengan syariat waris yang ditetapkan-Nya. Melaksanakan syariat kewarisan Islam, berarti telah beribadah kepada Allah dalam kaitannya dengan harta dan telah membuktikan kesungguhan menjadi umat pengikut sunah Muhammad SAW.

Lebih dari itu, menjalankan syariat kewarisan Islam akan menenteramkan keluarga dan terhindar dari pertengkaran. Selanjutnya, segeralah menginventarisasi harta, piutang maupun utang-utang almarhum sedetail mungkin, lalu keluarkan hak-hak yang berkaitan dengan harta tersebut, seperti biaya pengurusan jenazah, membayarkan utang-utang almarhum, baik utang kepada Allah ( zakat, nazar ) maupun utang kepada sesama manusia.

Kemudian, melaksanakan wasiat almarhum jika ada surat wasiat atau pesan verbal yang maksudnya adalah wasiat dengan ketentuan tidak lebih dari 1/3 total aset. Misalkan setelah melalui proses audit, ditaksir jumlah harta pening galan almarhum sebesar Rp 950 juta. Maka, penyelenggaraannya sebagai berikut:

Pengurusan jenazah : Rp 5 juta
Utang : Rp 45 juta
Wasiat untuk pembangunan masjid: 1/3 x Rp 900 juta (setelah dikurangi poin 1 dan 2) = Rp 300 juta
Harta warisan : Rp 950 juta – ( Rp 5 juta + Rp 45 juta + Rp 300 juta ) = Rp 600 juta

Harta warisan yang akan dibagikan kepada para ahli waris adalah sebesar Rp 600 juta dari total sebelumnya sebesar Rp 950 juta. Adapun perusahaan yang diwariskan almarhum, sebaiknya dilanjutkan dengan membentuk perusahaan keluarga. Agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari, perlu dipertegas dari awal komposisi saham ( kepemilikan ) masing-masing. Wallahu a’lam bis shawab. ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin. 4 Juli 2011 / 2 Syaban 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :


About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mengelola Harta Warisan

  1. agoes says:

    bagaimana pembagian warisan berupa perhiasan dari seorang ibu yang mempunyai 3 laki2dan 4 wanita secara islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s