Kapan Harta Waris Dibagikan?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apa yang harus kami lakukan terhadap harta yang kami miliki. Sebagai orang tua, kami ingin agar anak-anak kami tidak berselisih pada kemudian hari. Apakah kami bagikan sekarang dengan sama rata? Terima kasih.

Jawaban :

Harta adalah titipan Allah kepada seorang hamba yang harus dialokasikan di jalan-Nya. Sebagian dari harta yang diamanahkan terkandung milik orang lain di dalamnya untuk disampaikan kepada yang berhak pada waktunya dengan adil. Karenanya, sebagai orang tua yang bijak, perlu memahamkan hal ini kepada ahli warisnya agar kecelakaan tidak menimpa dirinya pada kemudian hari.

Orang tua dilarang memberikan harta kepada keturunannya yang belum memiliki kecukupan akal sehat untuk mengelola harta, tapi diwajibkan untuk menafkahi mereka sebaik-sebaiknya. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian ( dari hasil harta itu ) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (QS An-Nisa [4] : 5).

Agar pada kemudian hari tidak ada penyesalan pada orang tua dan perselisihan di antara ahli waris, orang tua hendaknya membagi hartanya semenjak hidup dalam tiga kategori utama: pertama, mengalokasikan harta untuk kebutuhan dirinya selama hidupnya di dunia. Kedua, mengalokasikan harta untuk bekal dirinya di akhirat ( seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan jihad harta ). Ketiga, mengalokasikan harta untuk keturunan ( harta warisan ) demi melindungi keturunan dari kemiskinan dan kelemahan setelah sepeninggalannya. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan ) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” ( QS An-Nisa [4] : 9 ). Wallahu a’lam bish-shawab.

.
Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 27 Juni 2011 /  25 Rajab 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kapan Harta Waris Dibagikan?

  1. RBS says:

    Assalammualaikum wr.wb.
    Pak ustad, saya mempunyai persoalan harta warisan yang cukup pelik.
    Ayah saya mempunyai dua orang istri, dari istri yang pertama ayah saya mempunyai 5 orang anak, dan 3 orang anak dari istri kedua (termasuk saya).
    kami anak2 dari istri kedua hidup terpisah (berbeda kota) dengan anak2 dan istri ayah saya yang pertama. Ayah saya seringkali berucap bahwa nanti jika ayah saya sudah tiada, harta ayah yang ada ditempat yang kami tinggali menjadi milik kami (anak2 dari istri kedua) dan harta ayah ditempat istri ayah saya yg pertama menjadi milik ke-5 anak ayah saya dari istrinya yg pertama.(Jika dihitung dari nilai warisan saat ayah saya mengucapkan wasiat tersebut, maka harta ayah saya yang diberikan kepada istri pertama dan anak-anaknya jumlahnya jauh lebih besar dari yang almarhum ayah tinggalkan kepada kami, karena rumah dan tanah yg ditinggali istri pertama ayah saya terletak dipusat kota besar, sedangkan rumah dan tanah yang diberikan ayah kepada kami terletak jauh dipelosok desa) Dan ayah saya berkata bahwa beliau sudah menuliskan surat wasiat ketika beliau akan menunaikan ibadah haji. Dua tahun kemudian ayah saya meninggal karena kecelakaan.

    Pada saat ayah saya meninggal tahun 1992, tidak ada persoalan mengenai warisan, karena harta peninggalan sudah dijalankan sesuai dengan kata-kata yang diwasiatkan ayah saya, dan pada saat itu kami masih kecil.

    Persoalan baru muncul beberapa tahun terakhir, tahun 2008 ibu kami menikah lagi, dan memutuskan untuk meninggalkan rumah dan tanah harta warisan ayah saya untuk tinggal dirumah suaminya yang baru. salah seorang dari anak ayah saya dari istri pertamanya kuliah fakultas hukum dan sekarang berprofesi sebagai pengacara entah darimana asalnya, dan atas persetujuan siapa, tiba-tiba saudara saya (lain ibu) tersebut menguasai dan menyatakan semua harta warisan ayah saya dibawah kekuasaan dia. Saudara saya dari istri pertama ayah saya tersebut menyatakan bahwa semua harta almarhum ayah saya yang dulunya dikelola dan diurus oleh ibu saya dialihkan kepada diri dan tanggung jawabnya, dan akan menjadi milik kami seluruh anak dari ayah saya yang berjumlah 8 orang. Sedangkan harta peninggalan ayah saya dari istri pertama ayah saya tetap menjadi milik mereka ber-5. Saya dan adik-adik saya dari istri kedua ayah saya yang sebelumnya selama bertahun-tahun sejak ayah kami meninggal merasa tidak ada persoalan mengenai harta warisan tiba-tiba mendapat masalah dan harus belajar tentang hukum, yang saya coba untuk fahami dan dalami beberapa tahun terakhir. Namun saya tetap tidak mengerti, apakah status harta warisan bisa berubah-ubah ditangan seorang pengacara? Bukankah sejak dulu waktu ayah saya meninggal semua sudah jelas dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh ayah kami, yaitu harta yang di kota milik istri pertama dan kelima anak2nya, sedangkan harta yang dikampung menjadi milik istri kedua dan kami bertiga. Saya tidak mau bertengkar dan ribut dengan saudara saya sendiri mskipun berbeda ibu mengenai harta warisan, ada sesuatu yang membuat saya tidak nyaman, yaitu saya sama sekali tidak diperkenankan untuk mengelola, mengurus, atau memanfaatkan tanah warisan ayah saya tersebut. Padahal bertahun2 sebelumnya tanah2 tersebut adalah milik kami bertiga anak2 dari istri kedua ayah saya yang hidup dan tinggal dikampung tempat tanah tersebut berada sejak kecil hingga dewasa.

    *) Sebenarnya persoalan ini tidak akan terjadi jika saja ternyata tanah yang ayah berikan kepada kami anak2 dari istri kedua dan terletak dipelosok desa beberapa tahun terakhir nilainya melonjak drastis karena ditanah didesa saya tersebuat banyak kandungan batubara.

    Pertanyaan saya adalah bagaimana saya harus menyikapi keadaan ini? Saya tidak begitu faham tentang hukum, sementara saudara saya tersebut adalah seorang pengacara. Semakin lama persoalan ini hanya membawa mudharat bagi kami.
    Terima kasih.**

    ——————————————————-

    Waalaikumussalam,

    Masalah kewarisan yang Anda hadapi situasinya cukup pelik. Sebaiknya Anda segera menghubungi pengacara yang terpercaya dan menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama. Barangkali hanya itu, saya kira, jalan yang terbaik bisa Anda tempuh untuk menyelesesaikannya.

    Mudah-mudahan masalah keluarga Anda ini bisa diatasai secepatnya dengan baik. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s