Memanfaatkan Warisan


Oleh : Ahmad Gozali

Pak Gozali, dalam waktu dekat, insya Allah, saya mendapat warisan dari hasil jual rumah orang tua. Jumlahnya sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut rencananya akan saya manfaatkan untuk beberapa kepentingan.

Pertama, saya akan menggunakan Rp 300 juta sebagai penggenap anggaran membangun rumah. Estimasi biayanya sekitar Rp 500 juta, di luar isi rumah.

Kedua, saya ingin membeli sebuah mobil seharga Rp 400 juta. Ketiga, saya mau pergi haji. Sisa dana mungkin dapat saya investasikan dalam bentuk dinar, deposito, tabungan pendidikan, atau asuransi.

Menurut Bapak, sebaiknya bagaimana pengalokasian dana yang smart sehingga semua rencana dapat terealisasi?

Salam,
Adhi – Jakarta

Jawaban:

Pak Adhi, melihat pertanyaan Anda, kami sangat menyarankan Anda membuat Rencana Keuangan secara komprehensif. Anda bisa melakukannya sendiri atau dibantu oleh konsultan profesional.

Berhubung informasi yang Anda berikan tidak lengkap, saya akan menjawab secara umum.

Untuk investasi, sebaiknya tetapkan terlebih dahulu tujuan keuangan Anda. Sebab, investasi itu hanyalah alat untuk mencapai tujuan keuangan.

Setelah Anda menetapkan tujuan keuangan, mari diskusikan bentuk investasinya. Bisa berupa dinar, deposito, tabungan pendidikan, atau asuransi. Kritisi apakah Anda betul-betul memerlukan tabungan pendidikan, misalnya. Sebab, tabungan pendidikan bukan satu-satunya alat untuk tujuan dana pendidikan anak.

Kita harus  melihat berapa usia anak Anda sekarang untuk menentukan investasi apa yang tepat dalam rangka persiapan dana pendidikannya. Begitu juga, ketika Anda mempertimbangkan asuransi. Ini bukanlah produk investasi murni. Anda harus beli  asuransi untuk berinvestasi di situ. Tetapi, apakah betul Anda perlu asuransi? Untuk memutuskannya, kita harus lihat dulu bagaimana kondisi keluarga Anda sekarang.

Sebelum membahas alokasi dana warisan Rp 1 miliar, saya rasa Anda perlu berhati-hati. Dana sebesar itu hanya akan diterima sekali. Oleh karena itu, penggunaannya harus dialokasikan dengan cermat. Pastikan bahwa Anda tetap memiliki standar hidup ‘sesuai gaji’, bukan standar hidup ‘punya Rp 1 M’.

Ini penting sekali, mengingat dalam jangka panjang Anda tetap akan mengandalkan gaji yang diterima setiap bulan, bukan Rp 1 miliar yang hanya diperoleh sekali.

Untuk pembangunan rumah, kalau memang sudah tersedia dana Rp 200 juta dan sisanya Rp 300 juta lagi diambil dari dana Rp 1 miliar yang akan Anda terima, proses pembangunannya sudah bisa dimulai sejak sekarang.

Anggap saja Anda ‘meminjam’ Rp 300 juta tersebut ke ‘dana investasi’ milik sendiri. Dan, pastikan Anda juga ‘mencicil’ pinjaman tersebut pada diri sendiri yang dialokasikan untuk berinvestasi.

Misalnya, jika menggunakan KPR 300 juta, Anda harus membayar cicilan sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Nah, silakan pinjam Rp 300 juta ini dari uang Anda sendiri. Lalu, alokasikan dari penghasilan Anda sebesar Rp 2,5 juta untuk membeli investasi.

Dengan cara ini, Anda akan memiliki program investasi yang lebih baik. Dana Rp 1 miliar yang akan Anda terima menjadi lebih bernilai. Bagaimana jika cicilan Rp 2,5 juta itu terlalu besar untuk penghasilan Anda sekarang? Itu artinya Anda ‘belum layak’ untuk ambil KPR Rp 300 juta, ini artinya Anda perlu mengurangi biaya pembangunan rumah.

Untuk rencana pembelian mobil Rp 400 juta, sekali lagi saya sarankan agar menggunakan ‘standar gaji’, bukan standar ‘punya 1 M’. Untuk orang yang punya Rp 1 M, membeli mobil Rp 400 juta memang tidak ada masalah. Tapi, bagaimana mobil ini jika dibandingkan dengan penghasilan Anda sekarang? Artinya, apakah beban operasional dan pemeliharaannya bisa ditanggulangi dari gaji Anda? Jika ya, Anda sudah pantas untuk punya mobil tersebut. Jika tidak, masih banyak pilihan mobil lain yang bisa disesuaikan dengan standar penghasilan Anda sekarang.

Kalaupun Anda kurang setuju saran saya untuk gunakan ‘standar gaji’ dalam  pembelian mobil dan rumah, dan ingin memaksakan diri. Saya sarankan agar memaksakan untuk beli tanah yang lebih luas daripada bangunan rumah yang lebih mahal. Tanah bisa naik terus harganya, tapi bangunan akan terus terdepresiasi. Apalagi, mobil yang depresiasinya bisa lebih tajam lagi.

Kalau boleh saya beri saran lagi, investasikan saja semua dana Rp 1 M tersebut. Hasilnya bisa untuk membeli rumah dan mobil sesuai dengan keinginan Anda sekarang. Ingat, hasilnya saja yang Anda gunakan, sementara nilai pokoknya akan tetap utuh.

Demikian yang dapat saya sarankan untuk saat ini, semoga bermanfaat. Sekali lagi, saya sangat sarankan agar Anda bisa membuat rencana keuangan dengan komprehensif sebelum membuat keputusan alokasi dana waris tersebut.

Wassalam,
Ahmad Gozali

Ahmad Gozali,  Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan, Jakarta

Sumber : Perencanaan Keuangan, Republika, Sabtu, 2 Juli 2011 / 30 Rajab 1432

Gambar : http://www.perencanaankeuangan.com

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ahmad Gozali, Waris and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Memanfaatkan Warisan

  1. Abdul Aziz says:

    Assalamu’alaikum,
    Menarik sekali paparan dari pakar perencanaan keuangan ini. Menarik, karena banyak penerima warisan yang sering menggunakan harta warisannya itu untuk membeli kemewahan. Tidak jarang, dalam waktu singkat warisan itu sudah ludes. Tanpa perencanaan keuangan yang smart akan sangat jelas ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat Allah yang ia peroleh.

    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s