Umat Masuk Surga


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Dalam Surah 56, al-Waaqiah ( Hari Kiamat ) ayat 12, 13, 14 Allah berfirman yang artinya:
Ayat 12: Berada dalam surga kenikmatan. Ayat 13: Segolongan besar dari orang orang yang terdahulu, Ayat 14: dan segolongan kecil dari orang orang yang kemudian . Dengan catatan kaki: Yang dimaksud orang-orang terdahulu ialah seluruh umat para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dan yang dimaksud orang yang kemudian ialah umat Nabi Muhammad SAW.

Ustadz, pertanyaan saya adalah mengapa umat Muhammad SAW hanya sebagian kecil yang masuk surga. Atas penjelasan ustadz saya ucapkan terima kasih.

H Asli Widjaja Djunaidi, Bekasi.

Jawaban :

Masya Allah, beruntunglah orang yang sudah berorientasi ke akhirat dalam hidupnya dan merindukan tergolong hamba-hamba Allah sebagai calon penghuni surga.

Kata ‘tsullatun’ pada kedua ayat; 13 dan 14 maknanya adalah sekelompok orang, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit, dan ada juga yang mengartikan jumlah yang banyak saja. Ayat ini menjelaskan bahwa ada kelompok besar yang akan masuk surga dari kalangan umat terdahulu yaitu umat nabi-nabi terdahulu yang telah beriman, selain itu ada pula sekelompok kecil yang menyusul mereka dari kalangan umat Muhammad SAW.

Sebab turun ayat ( 13-14 ) ini adalah hadis Abu Hurairah; bahwa ketika turun ayat ‘tsullatun minal awwaliin wa qaliilun minal aakhiriin ( QS al-Waqiah [56] : 13-14 ), para sahabat merasa sedih dan khawatir, lalu turunlah ayat ‘tsullatun minal awwaliina wa tsullatun minal aakhiriin’ ( QS al-Waqiah [56] : 39-40 ), kemudian Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengharapkan ( jumlah ) kamu itu seperempat penghuni surga, bahkan sepertiga, bahkan setengah penghuni surga, dan kalian saling mengambil bagian mereka di separuh yang kedua. ( HR Ahmad ).

Keterangan tentang  ‘almuqarrabun’ dalam ayat ini adalah bahwa persentase umat terdahulu yang masuk surga lebih besar dari umat Muhammad. Namun, karena populasi umat Muhammad jauh lebih besar dibanding umat masa lalu maka bisa jadi maknanya adalah umat Muhammadlah yang terbesar jumlahnya ( assabiqunal muqarrabun ) meski persentasenya kelihatan lebih kecil. Wallahu a’lam bish shawab. .

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 17  Juni  2011 / 15 Rajab 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Umat Masuk Surga

  1. antok says:

    assalamu’alaikum….p.ustad.
    Mohon bimbingannya.

    Sepengetahuan saya,seorang istri harus patuh,taat,&berbakti dengan suami.(selama it tdk menyimpang dari islam).&bila seorang istri durhaka trhadap suami….maka nerakalah ancamanya.

    Dan yg saya tanyakan…..
    Bagai mana bila ada seorang istri yg durhaka pd suaminya lalu mereka bercerai.
    Dan istri tsbt menikah lagi&berbakti,taat,&patuh pd suami yg kedua?sedang mantan suami(suami1)masih sakit hati atas perilakunya dulu.

    Mohon penjelasanya,trimakasih.

    Wasalamu’alaikum….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s