Menyerupai Kafir


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apa hukumnya jika kita menyerupai orang kafir ? Terima kasih.

Pardi, Cepu, Jateng

Jawaban :

Hamba-hamba Allah yang saleh dan beriman kepada akhirat akan senantiasa menundukkan ilmu dan selera-seleranya di bawah aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya. Di antara obsesi mereka adalah tergolong dalam hamba-hamba istimewa Allah. Mereka juga takut dibangkitkan dalam keadaan merana bersama-sama orang yang ingkar ( kufur ).

Allah SWT berfirman, ( kepada malaikat diperintahkan ): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah.” ( QS As-Shaffat [37] : 22 ).

Awal musibah dari musibah besar di akhirat adalah ketika seseorang dibangkitkan dari kuburnya bersama-sama orang kafir. Karena itu, perkara menyerupai orang kafir menjadi perkara penting untuk diperhatikan bagi mereka yang ingin selamat di dunia dan akhirat.

Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa bertasyabuh ( menyerupai ) dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka.” ( HR Abu Dawud-3512 ). Termasuk dalam hadis ini adalah menyerupai orang kafir atau fasik ( pelaku dosa besar ). Pelakunya dianggap sama dalam kebaikan maupun kejahatannya. Abu Ya’la dalam Kitab ‘Aunul Ma’bud menegaskan, berdasarkan hadis di atas bahwa para ulama memakruhkan mamakai pakaian yang menjadi simbol non-Muslim, dimakruhkan pula bertingkah laku yang menyerupai kafir.

Syeikh Almunajjid membagi dua kategori hukum menyerupai orang kafir. Pertama, menyerupai kafir yang diharamkan adalah mengerjakan amalan yang menjadi ciri khas (perayaan, ibadah, simbol) orang kafir padahal ia tahu akan hal itu dan hal itu tidak ada dalam syariat Islam. Kedua, mubah ( boleh ), yaitu mengerjakan amalan yang dasarnya bukan dari kafir akan tetapi kafir pun melakukannya. Dalam hal ini, memilih untuk berbeda dengan kafir lebih dianjurkan. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 16  Juni  2011 / 14 Rajab 1432

Gambar : http://www.redbubble.com

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s