Hukum Implan Payudara


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, belakangan ini marak di kalangan ibu-ibu melakukan implan payudara atau bedah kecantikan untuk mengencangkan payudara. Bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini?

Siti Maemunah, Jakarta Barat.
Jawaban :

Manusia adalah makhluk karya Allah yang tak akan ada tandingannya. Sehebat dan setinggi apa pun ilmu manusia tidak akan dapat menyerupai dan menyetarai kemampuan Allah.

Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” ( QS At-Tiin [95] : 4 ).

Implan payudara dibolehkan dalam syariat Islam jika disebabkan oleh penyakit dan dengan tujuan mengembalikan kesehatan fisik payudara, sebagaimana fitrah awalnya. Itu pun jika kemungkinan berhasilnya operasi itu lebih besar daripada kemungkinan gagalnya. Dalil kebolehannya adalah hadis berikut.

Dari Abdurrahman bin Tharafah bahwa kakeknya Arfajah bin As’ad, hidungnya terpotong saat perang Al-Kilab. Lalu, ia membuat hidung palsu dari perak, tetapi justru hidungnya menjadi busuk. Nabi SAW lalu memerintahkan kepadanya ( untuk membuat hidung dari emas ), hingga ia pun membuat hidung dari emas. ( HR Abu Dawud-3696 ).

Adapun implan payudara tanpa adanya alasan penyakit dan bertujuan semata-mata untuk kecantikan adalah haram hukumnya, dengan alasan sebagai berikut.

1. Telah mengubah ciptaan Allah dari fitrahnya karena mengikuti hawa nafsu dan tipu daya setan serta angan-angan kosong. Sebagaimana sumpah setan berikut ini.

“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka ( memotong telinga-telinga binatang ternak ), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka ( mengubah ciptaan Allah ), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” ( QS An-Nisa [4] : 119 ).

2. Menyerupai penampilan orang jahiliah dan orang kafir, yang cenderung bangga mempertontonkan kecantikan diri dengan cara bermaksiat pada Allah. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya….” ( QS Al-Ahzab [33] : 33 )

3. Menipu diri sendiri dan orang lain. Pada dasarnya pasien bedah kecantikan adalah sekumpulan orang yang terganggu kejiwaannya akibat krisis percaya diri dengan penampilan yang apa adanya. Gayung bersambut ketika oknum-oknum spesialis bedah kecantikan menyodorkan solusi dengan upaya menyembuhkan krisis percaya diri pasien dengan mengimplan payudara, padahal efek negatif yang ditimbulkannya bisa lebih berbahaya untuk jangka panjang, baik fisik maupun psikis.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membawa pedang untuk menyerang kami, maka dia bukan dari golongan kami. Dan barang siapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami.” ( HR. Muslim-146 )

4. Membahayakan diri sendiri. “Dan belanjakanlah ( harta bendamu ) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” ( QS Al-Baqarah [2] : 195 ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 10  Juni  2011 / 8 Rajab 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hukum Implan Payudara

  1. chica says:

    assallamualaikum pak ustad, saya mau tanya mengenai implan payudara.

    saat memasuki usia puber, payudara saya hanya tumbuh satu saja, yang sebelah kanan. sebelah kiri tetap rata. perbedaan kanan kiri termasuk jauh, dimana yang kanan saya memakai cup C, sedangkan yang kiri cup A pun masih longgar. yang mau saya tanyakan, apakah keadaan saya termasuk kondisi cacat tubuh, sehingga diperbolehkan untuk implan? keadaan ini membuat saya khawatir, tidak percaya diri, dan takut membayangkan nanti bila menikah, suami tidak bisa menerima keadaan saya. selain itu saya juga jadi tidak percaya diri untuk beraktifitas & menutup diri. selama ini saya selalu menggunakan bantalan untuk membuat kesan ukuran seimbang, tapi seringkali membuat iritasi. tidak ada yang tahu keadaan saya, karena saya terlalu malu. tidak ada niatan sama sekali memasang implan dengan tujuan sekedar mempercantik diri, saya hanya ingin terlihat normal dan percaya diri, sehingga saya bisa beraktifitas dengan wajar dan tidak takut.
    mohon pendpat dari pak ustad, semoga bisa memberikan pencerahan untuk saya. terima kasih.

    wassallamualaikum wr wb.

    • chica says:

      ohya, lupa satu lagi. bagaimana hukumnya nanti apabila saya meninggal? apabila saya sudah memakai implan, apakah harus dilepas terlebih dahulu sebelum saya dikuburkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s