Seorang Ahli Waris Meninggal Sebelum Pembagian Waris


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin mengajukan pertanyaan tentang pembagian waris. Seorang suami meninggal dunia meninggalkan seorang istri, empat anak perempuan, dan satu anak laki-laki. Namun, sebelum harta dibagi, ternyata si anak laki-laki meninggal dunia. Anak laki-laki itu meninggalkan seorang istri, satu anak laki-laki, dan dua anak perempuan.

Pertanyaan saya, bagaimana cara pembagian harta waris tersebut berdasarkan aturan Islam?

Ahmad Triono,
Cepu, Jawa Tengah

Jawaban :

Bagian istri adalah 1/8, sisanya untuk anak-anak, dengan perbandingan anak laki-laki mendapatkan dua bagian, sedangkan anak perempuan mendapatkan satu bagian, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah an-Nisa: 12. Kemudian, bagian anak laki-laki yang wafat sebelum harta warisan dibagikan, diberikan kepada ahli waris yang berhak, yaitu ibu ( 1/6 bagian ), istri ( 1/8 bagian ), anak laki dan dua anak perempuan ( sisanya, dengan perbandingan 2:1). Adapun saudara perempuan kandungnya terhijab. Jadi, istri dari almarhum mendapatkan dua bagian. Pertama, sebagai istri ( 1/8 bagian ), kedua sebagai ibu ( 1/6 bagian ). Rincian bagiannya adalah sebagai berikut:

Misalkan almarhum pertama meninggalkan harta sebesar 480 juta:

Ahli Waris

Bagian

8×6

48

Keterangan

Perubahan Status

Istri

1/8

1

6

6/48×480 jt = 60 jt Ibu
Anak pr

7

7/48×480 jt = 70 jt Sdr  pr.kdn
Anak pr

7

7/48×480 jt = 70 jt Sdr  pr.kdn
Anak pr

Sisa

7

7

7/48×480 jt = 70 jt Sdr  pr.kdn
Anak pr

7

7/48×480 jt = 70 jt Sdr  pr.kdn
Anak lk

14

14/48×480 jt=140 jt Wafat sebelum harta dibagika

Bagian anak laki-laki ( 140 juta ) diberikan kepada ahli warisnya, yaitu:

Ahli Waris

Bagian

24×4

96

Keterangan

Ibu

1/6

4

16

16/96×140 juta
Istri

1/8

3

12

12/96×140 juta
Anak lk

34

34/96×140 juta
Anak pr

Sisa

17

17

17/96×140 juta
Anak pr

17

17/96×140 juta
Sdr pr kdn

Terhijab

Sdr pr kdn

Terhijab

Sdr pr kdn

Terhijab

Sdr pr kdn

Terhijab

Keterangan : Sdr=Saudara; pr=perempuan; kdn=kandung

 ∂∂∂

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa,  22 Maret  2011 / 17 Rabiul Akhir 1432

Judul asli : Pembagian Waris

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s