Hukum Memberi Uang Kepada Pengemis


Oleh : Ust M Shiddiq Al Jawi

Ustadz, bagaimana hukumnya memberi uang kepada pengemis?

Tyo, Jakarta

Jawaban :

Memberi uang kepada pengemis dapat dianggap bersedekah. Maka hukumnya sunnah, karena bersedekah hukum asalnya sunnah. Wahbah az-Zuhaili berkata, ”Sedekah tathawwu‘ ( sedekah sunnah / bukan zakat ) dianjurkan ( mustahab ) dalam segala waktu, dan hukumnya sunnah berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.” ( Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/389 ).

Dalil Al-Quran antara lain ( artinya ), ”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah,  pinjaman yang baik ( menafkahkan hartanya di jalan Allah ), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” ( TQS Al-Baqarah [2] : 245 ). Dalil As-Sunnah misalnya sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa memberi makan orang lapar, Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Barangsiapa memberi minuman kepada orang haus, Allah pada Hari Kiamat nanti akan memberinya minuman surga yang amat lezat ( ar-rahiq al-makhtum ), dan barangsiapa memberi pakaian orang yang telanjang, Allah akan memberinya pakaian surga yang berwarna hijau ( khudhr al-jannah ).” ( HR Abu Dawud no 1432; Tirmidzi no 2373 ).

Namun hukum asal sunnah ini bisa berubah bergantung pada kondisinya. Sedekah dapat menjadi wajib. Misalnya ada pengemis dalam kondisi darurat ( mudhthar), yakni sudah kelaparan dan tak punya makanan sedikit pun, sedang pemberi sedekah mempunyai kelebihan makanan setelah tercukupi kebutuhannya. ( Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390 ). Dalam kondisi seperti ini, sedekah wajib hukumnya. Sebab jika tak ada cara lain menolongnya kecuali bersedekah, maka sedekah menjadi wajib, sesuai kaidah fiqih: “Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.” ( Jika suatu kewajiban tak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya ). ( Saifuddin Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, 1/111 ).

Sedekah dapat menjadi haram hukumnya, jika diketahui pengemis itu akan menggunakan sedekah itu untuk kemaksiatan. ( Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390 ). Misalnya, digunakan untuk berjudi, berzina, atau minum khamr. Hukum sedekah dalam kondisi ini menjadi haram, karena telah menjadi perantaraan (wasilah) pada yang haram. Kaidah fikih menyebutkan,”Al-Wasilah ila al-haram haram.” ( Segala perantaraan menuju yang haram, haram hukumnya ). ( M. Shidqi al-Burnu, Mausu’ah Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah, 12/200 ).

Sedekah kepada pengemis juga menjadi haram, jika diketahui pengemis itu tidak termasuk orang yang boleh mengemis ( meminta-minta ), misalnya bukan orang miskin. Dalam masalah ini ada dalil khusus yang mengharamkan meminta-minta, kecuali untuk tiga golongan tertentu. Sabda Nabi SAW, ”Meminta-minta tidaklah halal kecuali untuk tiga golongan : orang fakir yang sangat sengsara ( dzi faqr mudqi’ ), orang yang terlilit utang ( dzi ghurm mufzhi’ ), dan orang yang berkewajiban membayar diyat ( dzi damm muuji’ ).” ( HR Abu Dawud no 1398; Tirmidzi no 590; Ibnu Majah no 2198 ). ( Abdul Qadim Zallum, Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 194 ).

Jadi kalau seorang pengemis sebenarnya bukan orang miskin, haram baginya meminta-meminta. Demikian pula pemberi sedekah, haram memberikan sedekah kepadanya, jika dia mengetahuinya. Dalam kondisi ini pemberi sedekah turut melakukan keharaman, karena dianggap membantu pengemis tersebut berbuat haram. Kaidah fikih menyebutkan : “Man a’ana ‘ala ma’shiyyatin fahuwa syariik fi al itsmi” ( Barangsiapa membantu suatu kemaksiatan, maka dia telah bersekutu dalam dosa akibat kemaksiatan itu. ). ( Syarah Ibnu Bathal, 17/207 ).

Wallahu a’lam.■

Sumber : Ustadz Menjawab, Media Umat, Edisi 31, 19 Rabi’ul Awwal — 2 Rabi’ul Akhir  1431 H / 5 – 18 Maret 2010

Gambar : http://eksplorasi-samudro.blogspot.com

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M Shiddiq Al Jawi, Muamalah, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hukum Memberi Uang Kepada Pengemis

  1. Pingback: Membuka Pintu Surga Dengan Sedekah « Bani Madrowi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s