Membuka Tali Kafan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada dua pendapat tentang cara mengubur jenazah. Pendapat pertama, semua tali kafan harus dilepas, wajah mayat harus dibuka dan ditempelkan ke tanah. Sedangkan pendapat kedua berlawanan dengan pendapat pertama. Mohon penjelasan, terima kasih.

Hamba Allah
(rie_diesel@yahoo.com)

Jawaban :

Melepas tali kafan saat jenazah di dalam kubur tidak ada dalil yang tegas melarang atau memerintahkannya. Namun, jika ada yang melakukannya maka hukumnya tergantung niat dan latar belakang yang melakukannya.

Jika melakukan itu berdasarkan atsar Ibnu Masud maka hal itu dibenarkan dan bukanlah bid’ah, sebagaimana dikutip pula oleh Ibn Utsaimin, “Jika kalian memasukkan mayat ke dalam kuburnya maka lepaskanlah ikatannya.”

Jika  melakukan itu karena alasan mistis / khurafat belaka maka hal itu menjadi bid’ah, bahkan bisa menjurus pada kesyirikan. Misalnya, meyakini akan menjadi pocong jika tidak dilepas ikatannya.

Adapun membuka wajah mayat saat di dalam kubur, berikut penjelasannya. Jika mayat adalah orang yang wafat dalam keadaan berihram ( muhrim ) maka hukumnya sunah membuka bagian kepala dan wajah, kecuali jika mayat adalah wanita maka tetap menutupkan auratnya.

Bila mayat bukanlah syahid yang gugur di medan perang atau bukan pula seorang muhrim ( yang sedang berihram ) maka hukumnya adalah tidak terlarang selama tidak ada dalil yang melarangnya, dan bagian yang dibuka adalah yang berhadapan langsung dengan tanah saja, bukan membuka keseluruhan wajah. Walau dalam hal ini, Syeikh Ibn Utsaimin menyatakan tidak ada dasarnya. Sebab, argumentasi dalil yang digunakan adalah atsar Umar bin Khattab yang beliau ragukan kesahihannya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 10 Mei  2011 / 6 Jumadil Akhir  1432

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s