Riba, Zakat, dan Sedekah


Oleh : M Quraish Shihab

Di dalam Al-Quran saya sering membaca ayat tentang riba diperbandingkan dengan zakat, sedekah dan jual beli. Mohon penjelasan hikmah dan maksudnya.

Abdul Fathan, Ciampea, Bogor

Jawaban :

Memang benar, Al-Quran memperbandingkan riba dengan zakat, kadang dengan sedekah dan kadangkala dengan jual-beli. Sebagaimana firman-Nya: ”Dan suatu riba ( tambahan ) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah maka yang berbuat demikian itulah orang-orang yang melipatgandakan pahalanya” ( QS Ar-Ruum [30] : 39 ).


“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba … “ ( QS Al-Baqarah [2] : 275 ), juga firman-Nya  “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah…” ( QS Al-Baqarah [2] : 276 ).

Ayat-ayat tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa praktek-praktek riba tidak mungkin bisa dihilangkan kecuali dengan mengefektifkan pelaksanaan ZIS ( Zakat, Infaq, dan Shadaqah ) dan melaksanakan jual-beli yang sehat sesuai aturan syari’ah Islamiyah. ZIS harus dioptimalkan, baik dalam cara pengambilannya maupun pendistribusiannya.

Dalam kaitan ini, kita kaum Muslimin perlu memiliki lembaga yang kuat, amanah dan terpercaya. Sekaligus berfungsi sebagai amil zakat yang mampu mengorganisasikan pengambilan dan distribusi ZIS dengan tepat. Sehingga akhirnya praktek-praktek rentenir yang menjerat masyarakat lapis bawah dapat ditanggulangi.

Demikian pula dengan praktik riba ini harus diatasi dengan cara melaksanakan jual-beli yang akadnya bersih dari unsur riba, sebagaimana tersirat dalam firman-Nya : “Wahai sekalian orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta dengan cara yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan saling meridhai.” (QS An-Nisaa’ [4] : 29 ). ■

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 4 April 2003 /  2 Shafar 1424

Gambar : http://www.rakyataceh.com

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M.Quraish Shihab, Muamalah, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Riba, Zakat, dan Sedekah

  1. dani says:

    M Quraish Shihab.kamu itu gak alim kok soknya selangit,cara penulisanmu salah.
    1.ayat alqur’an tidak boleh ditulis dengan bahasa ajam saja.
    2.“Wahai sekalian orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta dengan cara yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan saling meridhai.” (QS An-Nisaa’ [4] : 29 ). ■
    ini menjelaskan tentang antarodlin dalam jual beli,agak melenceng dari shadaqah,zakat dan jual beli.
    3.mana ayat yang memandingkan shadaqah dan jual beli?
    sebelum ceramah dan menjadi pemimpin ngaji dulu lah,ilmu tidak bisa diukur dengan ijazah dan titel bung!
    jangan jangan kamu itu gak bisa baca kitab gundul ya?!

    ———————————————————-

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Terima kasih banyak Anda sudah bisa berbagi informasi di sini. Blog ini memang hanya menyajikan tanya jawab dengan para ulama yang saya peroleh dari berbagai media cetak. Kita bisa sependapat dengan jawaban mereka atau sebaliknya.

    Oleh karena itu, sangat diharapkan para pembaca bisa berbagi pengetahuan dengan para pembaca lainnya, sebab jawaban-jawaban yang diberikan dalam tanya jawab di atas belum tentu memuaskan.

    Saudara Dani alangkah lebih baiknya bila Anda berbagi ilmu dengan pembaca lainnya dengan memberikan jawaban atas pertanyaan Sdr Abdul Fathan di atas secara lebih jelas, sistematis, dengan kalimat-kalimat efektif, dan tentu saja dengan bahasa yang ramah.

    Terima kasih.

  2. puspasari says:

    alangkah baiknya sdr dani menanggapi dg bahasa yg lebih halus, jgn asal menyalahkan saja,sepertinya kalau anda bisa menjawab lebih baik silahkan anda bantu menjawabnya,asal dgn bahasa yang bijak dan halus,kita ini kan tdk hrs saling salah menyalahkan,melainkan saling membantu meluruskan,oke?

    • Abdul Aziz says:

      Tepat sekali, agama kita mengajarkan untuk berbuat baik dengan cara yang baik.
      Sdr. Dani, saya menunggu jawaban Anda terhadap pertanyaan di atas. Jadi, pembaca selain mendapat jawaban dari Prof. M. Quraish Shihab, juga mendapatkan jawaban yang mungkin lebih baik dari Anda.

      Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s