Hukum Bunga Bank


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana hukum bunga bank, apakah termasuk riba? Kalau riba, bagaimana cara bertransaksi dengan bank supaya terhindar dari riba? Terima kasih.

Fauzan, Bogor

Jawaban :

Sejak adanya transaksi perbankan modern, mayoritas ulama dunia sepakat mengenai keharaman bunga bank dan dikategorikan sebagai riba. Juga, tidak ada satu pun konferensi Islam berskala internasional yang menyepakati kehalalan bunga bank.

“Orang-orang yang makan ( mengambil ) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran ( tekanan ) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata ( berpendapat ), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti ( dari mengambil riba ), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu ( sebelum datang larangan ) dan urusannya ( terserah ) kepada Allah. Orang yang mengulangi ( mengambil riba ), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” ( QS al-Baqarah [2] : 275 ).

Ada baiknya kita pelajari pengertian riba dan perniagaan. Riba menurut bahasa artinya tambahan. Sedangkan menurut istilah ialah tambahan secara khusus. Yaitu, tambahan yang diharamkan oleh syariat Islam, baik diperoleh dengan cara penjualan atau penukaran atau peminjaman yang berkenaan dengan benda riba. Sedangkan perniagaan adalah memberikan harga dan mengambil yang dihargai. Maksudnya, menyerahkan sesuatu yang berharga dengan mengambil sesuatu yang lain, bertujuan untuk dimiliki, dengan akad secara lisan atau perbuatan, berdasar suka sama suka. Dalilnya firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” ( QS an-Nisaa [4] : 29 ).

Agar terhindar dari riba saat bertransaksi dengan perbankan, perbaiki niat awal bahwa tujuan kita bukan untuk menyandarkan penghasilan dan hidup dari memakan bunga bank, serta wajib memiliki ilmu sebelum berbuat terutama ilmu jual beli yang dihalalkan dan diharamkan dalam Islam. Untuk memperkecil risiko walau tidak 100 persen, sebaiknya Anda beralih ke perbankan syariah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 26 April  2011 / 22 Jumadil Awal 1432

■ Bachtiar Nasir, Lc. , Pimpinan Pusat Ar-Rahman Quranic Learning Center ( AQL ); Alumnus Madinah Islamic University, Saudi Arabia

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Muamalah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s