Imam Dapat Zakat ?


Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Apakah seorang ustadz yang seringkali menjadi imam dan memberikan ceramah di masjid wajib mendapat zakat fitrah dengan alasan digolongkan pada asnaf fisabilillah? Apakah bagiannya dibenarkan melebihi bagian yang diperoleh fakir miskin?

A. Rojul, Rancabungur Bogor

Jawaban:

Seorang penceramah yang hidupnya berkecukupan tentu tidak berhak dan tidak boleh menerima zakat fitrah. Karena zakat fitrah itu betul-betul diprioritaskan untuk fakir miskin, sebagaimana dinyatakan dalam riwayat Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang berpuasa dari omongan yang tidak ada manfaatnya dan omongan kotor serta untuk memberi makan pada orang-orang miskin.

Lain halnya dengan para ustadz, para guru agama, atau para dai yang hidupnya sangat kekurangan karena seluruh waktunya dihabiskan untuk menyebarkan agama Islam, maka mereka termasuk kategori fakir yang harus mendapatkan prioritas untuk diberi zakat fitrah ataupun zakat maal, sebagaimana yang dinyatakan dalam QS 2:273.


Sumber : Konsultasi  Zakat, Republika, Rabu,  25 Agustus 2010   / 15 Ramadhan 1431

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Didin Hafidhuddin, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s